Berikut Wawancara Lengkap Dengan Kepala DLH Banyuwangi Seputar Limbah Di Muncar

  • Whatsapp
foto istimewa Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Khusnul Khotimah

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Sudah bukan rahasia umum terkait banyaknya pabrik pengalengan dan pengolahan tepung ikan diwilayah kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang di duga ‘NAKAL’ dengan melakukan pembuangan limbah ke sungai dan laut.

Tak pelak, perbuatan nakal pabrik pabrik itu dikeluhkan masyarakat dan para nelayan kecil di pesisir Muncar sejak puluhan tahun lalu, lantaran pencemaran lingkungan itu berefek pada aktifitas dan kesehatan mereka.

Bacaan Lainnya

Berikut kutipan wawancara analisapublik.com dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Khusnul Khotimah, terkait persoalan limbah di Muncar.

Apakah pihak DLH sudah pernah turun ke lokasi ?
Tentu DLH ke lokasi dalam rangka pengawasan.

Apakah sudah pernah mengambil sampel pencemaran?
Tentu sudah. Selain pengambilan sampel dalam rangka penanganan dugaan pencemaran, Pengambilan sampel juga kita lakukan dalam rangka pemantauan media lingkungannya.

Apakah sudah ada hasil lab sampel pencemarnya?
Uji lab butuh waktu 14 hari, jadi untuk pengambilan sampel terakhir hasilnya masih menunggu sekitar seminggu lagi.

Apakah sudah diidentifikasi perusahaan apa saja yang diduga melakukan pencemaran?
Dugaan awal sudah ada.

Apakah sudah dilakukan teguran tertulis atau memberikan rekomendasi ke perusahaan yang diduga melakukan pencemaran lingkungan?
Teguran lisan sudah dilakukan secara langsung di lokasi, sedangkan teguran tertulis/sanksi menunggu hasil uji lab dan koordinasi dengan KLHK.

Apakah hasil kerja DLH Banyuwangi pernah di laporkan ke kementerian KLHK supaya TL (Tindak Lanjut) atas rekomendasi lebih cepat dilaksanakan?
Betul, saat ini kita juga sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan KLHK mengingat pencemaran laut adalah kewenangan Pusat.

Sedangkan tiap tahun kita juga melaporkan Sanksi administrasi yang kita terbitkan terhadap perusahaan kepada KLHK dan DLH provinsi.

Persoalan ini kan sudah beberapa kali mencuat, sehingga sejak dulu pastinya pihak DLH sudah melakukan beberapa kali melakukan uji lab, dari hasil uji lab ditahun-tahun sebelumnya bagaimana hasilnya, apakah hasilnya dibawah ambang batas baku mutu apakah pernah diatas ambang batas baku mutu?
Beberapa para parameter memenuhi dan ada yang di bawah baku mutu. Nitrat yang tinggi. Karena ada kegiatan dari limbah domestik.

Maksudnya memenuhi itu diatas ambang batas ya?
Ya ada yang memenuhi baku mutu ada yang di bawah. Makanya saya akan lihat hasil yang terakhir ini.

Pewarta : Budi Rosiono


Loading...

Pos terkait

Loading...