Pemkab Blora Dukung Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Bojonegoro – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati mengungkapkan Pemkab Blora pada dasarnya mendukung pembangunan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi di Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (9/4).

Rapat dipimpin oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dengan dihadiri Tim Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Bacaan Lainnya

“Pada intinya kami dari Pemkab Blora siap mendukung adanya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko ini, juga mendukung upaya yang dilakukan untuk bisa menjadi PSN. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik mulai dari proses perencanaan hingga pembangunan” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, dengan adanya Bendung Gerak Karangnongko ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada masyarakat, utamanya dalam penyediaan air baku dan air untuk irigasi. Selain itu nantinya dapat turut dikembangkan pada sektor pariwisata dan upaya-upaya peningkatan ekonomi masyarakat Blora.

“Termasuk juga kami memikirkan secara matang kaitannya dengan pemanfaatan Bendung ini kedepannya serta relokasi penduduk yang terdampak nanti bagaimana agar dapat berjalan dengan baik dan lancar” lanjutnya.

Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait dari Kementerian PUPR, BBWS Bengawan Solo, Perhutani, pihak pemerintah daerah dan sebagainya. Setelah melakukan rapat pembahasan, agenda dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang berada di perbatasan Kecamatan Margomulyo Bojonegoro dengan Kecamatan Kradenan Blora.

Dilansir dari laman resmi BBWS Bengawan Solo, nantinya Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun pada Sungai Bengawan Solo. Lokasi pembangunan terletak di perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Bendung ini nantinya akan memiliki daerah tangkapan seluas 10,03 KM² dan daya tampung efektif sebesar 59,1 juta M³. Adanya bendung tersebut diharapkan bisa memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...