Seminar Kebangsaan Dalam Menjaga Kebersamaan dan Perbedaan

  • Whatsapp

Kendal- Menjaga toleransi dan perbedaan itu harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut di sampaikan oleh salah satu anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Drs, Fadholi, untuk mendorong dan mengingatkan masyarakat agar terus menjaga toleransi dan perbedaan antara sesama, baik perbedaan suku, ras, agama.

“Kita harus mempunyai peran untuk menjaga kerukunan dan silaturahmi antara sesama. Terpecah belahnya persatuan dan kesatuan bangsa disebabkan karena tidak adanya toleransi dan tidak saling menghormati perbedaan antara sesama,” kata Fadholi saat acara Seminar Kebangsaan menjaga Kebersamaan dalam perbedaan, yang dilaksanakan di Kendal.

Fadholi melanjutkan, menjelang Bulan suci ramadhan ini, ia berharap kepada para tokoh masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti pentingnya toleransi.

“Penyebaran pemahaman toleransi bisa dilakukan melalui berbagai cara seperti pengajian, seminar maupun sosialisasi langsung,” terangnya.

Selain itu, Fadholi juga mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa, empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat.

“Empat pilar kebangsaan ini menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” terangnya.

Menurutnya, empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri.

“Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmu,” tandasnya.

Dikatakan, empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu meliputi, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika.

“Sosialisasi seperti ini harus kita terus tingkatkan untuk lebih memberi pemahaman tentang ideologi bangsa ini,” pungkasnya.


Loading...

Pos terkait

Loading...