Keluhan Masyarakat Tak Dianggap, Pabrik-Pabrik ‘NAKAL’ Di Muncar Tetap Buang Limbah Ke Laut Dan sungai

  • Whatsapp
Kondisi laut Muncar yang diduga tercemari limbah dari pabrik pengalengan dan pengolahan tepung ikan pada 13 april 2021

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Nampaknya keluhkan warga nelayan pesisir Muncar, terkait pembuangan limbah ke laut dan sungai yang diduga dilakukan pabrik-pabrik ‘NAKAL’ pengalengan dan pengolahan tepung ikan, tidak di gubris.

Hal ini terlihat dari kondisi laut dan sungai yang hingga saat ini tetap dicemari limbah dari setiap kali produksi.

Bacaan Lainnya

Padahal beberapa minggu terakhir, banyak masyarakat yang terus mengeluhkan persoalan limbah tersebut melalui sosmed dan media online.

“Hal seperti itu sudah tidak heran lagi bagi masyarakat pesisir Muncar mas,” ucap Asmuni warga setempat pada wartawan. Rabu, (14/4/2021).

Menurutnya, meskipun warga melakukan protes setiap hari, pabrik-pabrik ‘NAKAL’ tersebut tidak akan menggubrisnya.

“Kita yakini protes protes warga nelayan soal limbah di laut Muncar tidak akan digubris oleh pabrik pabrik pengalengan dan penepungan ikan,” jelasnya.

Asmuni menjelaskan jika apa yang dilakukan oleh pabrik-pabrik ‘NAKAL’ itu sudah terjadi sejak dahulu kala. Walaupun diprotes dengan cara apapun juga masih saja tetap membuang limbah ke laut.

“Keluhan warga Muncar tidak pernah dihiraukan oleh pabrik – pabrik pengalengan dan penepungan ikan diwilayah setempat,” lanjutnya.

Asmuni sangat berharap keluhan masyarakat ini direspon oleh Pemerintah. Namun jika pemerintah saja tidak berdaya, apa lagi dengan kami masyarakat kecil. Lalu pertanyaan kami ada apa dengan semua ini ?.

“Jika pemerintah saja tidak berdaya dengan pabrik – pabrik nakal di Muncar, apalagi kami yang hanya masyarakat kecil. Lha ini ada apa?,” Pungkas Asmuni.

Terpisah Nurul Safii, Forum Masyarakat Peduli Muncar mengatakan, melihat kondisi laut Muncar pertanggal 13 April 2021 masih  ada pabrik-pabrik sarden dan tepungan Yang diduga masih membuang limbah ke laut walaupun sudah dilakukan protes oleh warga. Dan seakan akan mengabaikan keluhan masyarakat di pesisir laut  yang terdampak langsung dengan bau yang menyengat.

“Dengan kondisi seperti ini, kami Forum Masyarakat Peduli Lingkungan sungguh geram melihat pemandangan yang tidak sedap dipandang mata tersebut ketika kami investigasi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya.

Kami sangat berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi segera menindak tegas. Bukan hanya gertak sambal saja.  Hanya menurunkan petugas ke lapangan dan lalu hilang tanpa kabar.

“Kami masyarakat Muncar sangat berharap permasalahan limbah ini disikapi dengan serius,” katanya.

Selain itu dirinya selaku Forum Masyarakat Peduli Lingkungan juga berharap kepada wakil ketua DPRD Banyuwangi yang katanya kemarin mau mengadakan sidak ke pabrik – pabrik agar segera dilakukan.

Ia pun berharap agar masyarakat Muncar janganlah gentar dan takut untuk bersuara,  karena kita juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PKPI Banyuwangi.

“Masyarakat Muncar jangan takut dan gentar untuk bersuara dan protes tentang pembuangan limbah ke laut yang dilakukan oleh pabrik – pabrik nakal,” tutupnya.

Namun sayang hingga berita ini ditulis pemilik pabrik-pabrik pengalengan dan penepungan ikan diwilayah Muncar belum bisa dikonfirmasi.

Pewarta : Budi Rosiono


Loading...

Pos terkait

Loading...