Puluhan Ranmor Hasil Bali Diamankan Tim Satlantas Polresta Palangka Raya

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | PALANGKA RAYA – Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya balapan liar yang meresahkan di jalan Dr. Murjani, dan Jalan Garuda Tim Satlantas Polresta bersama Ditsamapta Polda Kalteng langsung melakukan penindakan terhadap puluhan remaja yang melakukan balap liar (bali).

Hal ini disampaikan Kasatlantas Polresta AKP Rikky Operiady, saat Press Ralise di halaman Kantor Satlantas Polresta jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (17/04/2021) pukul 10.30 WIB.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri,melalui Kasatlantas AKP Rikky Operiady menjelaskan saat memimpin penertiban, hal ini bermula dari laporan warga sekitar di kawasan Jalan Dr. Murjani dan jalan Garuda yang merasa terganggu dengan aksi kebut-kebutan sekelompok remaja di kawasan tersebut, bahkan aksi ini kalau dibiarkan bisa mencelakai pengendara lain yang sedang lewat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, “Kami dari Tim Satlantas melakukan penertiban dan penindakan terhadap aksi balap liar di kawasan Jalan Murjani dan Jalan Garuda. Pada tanggal 14 April 2021 dini hari kami bersama Ditsamapta Polda Kalteng berhasil mengamankan 22 (dua puluh dua) kendaraan roda dua dari para pelaku bali di jalan Dr Murjani, selanjutnya pada hari Sabtu pagi hari (17/04/2021) sekitar pukul 05.00 WIB kami juga berhasil mengamankan 10 (sepuluh) unit kendaraan roda dua di jalan Rajawali, jadi jumlah kendaraan yang kita amankan ada 32 (tiga puluh dua) unit, “ungkap Rikky.

Seluruh pelaku dan barang bukti telah kita amankan di Mako Polresta Palangka Raya untuk proses lebih lanjut sesuai dengan undang-undang.

Selanjutnya, “Kepada para remaja balap liar ini akan dikenakan sanksi tilang, dan ini melanggar pasal 297 junto pasal 115 ayat D yang berbunyi, berbalapan dengan kendaraan lain di jalan itu dilarang. Terhadap pelanggar ini akan dikenakan denda Rp.3.000.000.(tiga juta rupiah), untuk kendaraan sesuai dengan perintah Kapolresta akan kita tahan paling lama satu bulan menunggu proses pengadilan, “pungkas Kasatlantas Rikky Operiady. ( Sgn )


Loading...

Pos terkait

Loading...