Road Show Mas Dhito,Tampung Uneg-Uneg Masyarakat Ditengah Bulan Suci Ramadhan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Giat road show yang dilakukan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau biasa disapa Mas dhito sedikit berbeda,dimana road show kali ini masuk dalam situasi bulan Ramadhan,akhirnya guna bisa menampung uneg-uneg para pelaksana pemerintahan tingkat kecamatan kebawah,dilaksanakan pada sore hari jelang berbuka puasa.

Bertempat di Aula Balai Desa Petungroto,Kecamatan Mojo,Kabupaten Kediri,mas dhito yang juga di dampingi Mbak Dewi panggilan Wakil Bupati Kediri tersebut,sambil menunggu waktu berbuka puasa,memanfaatkan waktu ngabuburit serta berdiskusi bersama dengan para kepala desa dan perangkat desa yang ada di wilayah kecamatan mojo.selasa(20/4)

Banyak hal disini yang menjadi pesan jawab secara langsung yang dilakukan oleh Mas Dhito,untuk memberikan solusi ataupun rencana kedepan guna kepentingan yang lebih baik untuk membangun suatu Pemerintahan yang sehat di Kabupaten Kediri.

Ada beberapa hal disini yang menarik dalam diskusi antara Mas Dhito bersama para kepala desa maupun perangkat.

Seperti halnya permohonan akan adanya mobil siaga di setiap desa,kenaikan tunjangan atau tanah bengkok,bahkan permintaan saran apabila nantinya di suatu desa mengadakan pilkades yang nantinya calon yang maju dari salah satu perangkat desa apakah harus mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya atau tidak.

Mas Dhito menyampaikan melalui sambutanya”memang terkadang orang itu tempatnya sifat kurang dan kurang dalam candanya,yang jelas ia menyampaikan terkait untuk penambahan tunjangan ataupun tanah bengkok,saya tidak bisa ambil keputusan sendiri,disini saya akan berdiskusi kepada dinas terkait yaitu DPMPD untuk mencari solusinya,yang jelas uneg-uneg smpyn sudah menjadi catatan di buku saya”.

“Terkait mobil siaga kita akan melihat dulu di PAK Kabupaten Kediri,kalau kondisinya memungkinkan akan kita lakukan secara bertahap,dan program ini sudah menjadi visi dan misi kemarin,yang jelas tidak mungkin dalam 26 kecamatan di 343 Desa 1 Kelurahan harus saya serentakan”pungkas mas dhito saat menjawab uneg-uneg yang disampikan dengan jawaban yang lugas.

Di akhir kegiatan akan pertanyaan yang berhubungan dengan aturan pilkades mas dhito menjelaskan” yang berkaitan dengan perangkat desa harus mengundurkan diri atau tidak disaat ikut menjadi peserta kegiatan pilkades,saya akan pelajari lebih jauh hal itu dengan beberapa instansi terkait dan saya juga akan pelajari aturan-aturan apa yang ada di buku peraturan desa(perdes)”.terang mas Dhito.

Setelah diskusi santai yang dilakukan dengan para kades dan para perangkat,Mas Dhito menyempatkan diri untuk sholat magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.(pan/kom)


Loading...

Pos terkait

Loading...