Seorang Karyawan BHL Kerap Jualan Sabu Digiring Ke Polres Kobar

  • Whatsapp

ANALISA PUBLIK.COM | Kotawaringin Barat – Seorang pria berinisial AR (39) warga Jalan Jl. Waringin RT. 05 Desa Sungai Kapitan Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, diamankan Satresnarkoba Polres Kobar pada Rabu (21/4/2021) pukul 10.00 WIB. AR merupakan pria yang sehari-harinya berkerja sebagai Buruh Harian Lepas ini diciduk lantaran memiliki shabu dan kerap melakukan transaksi jual beli sabu disekitar wilayah Desa Sungai Kapitan Kec. Kumai Kab. Kobar Prop. Kalteng.

Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah, S.I.K. melalui Kasatresnarkoba Iptu Muhammad Nasir, S.H.,M.H. saat dikonfirmasi pada Kamis (22/4/2021) pukul 09.00 WIB, membenarkan adanya penangkapan seorang pelaku pengedar narkotika jenis sabu.

“Pelaku kami amankan setelah pesonel Satresnarkoba Polres Kobar melakukan pemantauan dan penyelidikan serta pembuntutan terhadap terlapor yang diduga sering melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu dan tepatnya pada hari Rabu tanggal 21 April 2021 sekitar jam 10.00 Wib terlapor diamankan di TKP yaitu disebuah rumah yang beralamat Jl. Waringin RT. 05, dan saat personel Satresnarkoba Polres Kobar melakukan penggeledahan terhadap rumah ditemukan delapan paket sabu dengan berat kotor 2,38 gram yang berbungkus tissue di dalam kantong sebelah kanan celana pendek biru dongker yang di letakan oleh terlapor di atas gadur, diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 56.06 gram,” terang Iptu Nasir.

Ia menambahkan, selain paket shabu tersebut, personel Satresnarkoba Polres Kobar juga mengamankan satu buah kotak plastik warna Kuning, satu buah tas kecil warna coklat, satu buah Isolasi Bening, Dua buah Pak Platik Klip Kecil, Dua buah sendok sabu dari sedotan dan satu buah plastik warna unggu ditemukan di atas gadur, dan semua barang-barang tersebut seluruhnya di akui oleh terlapor adalah milik AR.

Selanjutnya terlapor dan barang bukti dibawa kekantor Satres Narkoba Polres Kobar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang – Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 milyar.


(R1D)


Loading...

Pos terkait

Loading...