Ngabuburit#2 Di Jumat Ngopi,Mas Dhito Membawa Tema”Pertanian dan Infrastruktur”

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Jumat Ngopi(ngobrol persoalan dan solusi) merupakan program yang dibuat oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau biasa di sapa Mas Dhito,yang mana tujuan akan program ini untuk menampung uneg-uneg secara langsung tanpa ada skat antara pimpinan dengan masyarakat.

Pada sesion kali ini,di bulan suci Ramadhan 1442H dengan edisi Ngabuburit part ke#2 yang berlokasi di gedung Panjalu Jayati,membawa tema”Pertanian dan Infrastruktur”pembahasan dari tema tersebut akan mengupas 5 materi di antaranya Bidang peningkatan potensi pertanian dan perkebunan,bidang peningkatan potensi peternakan dan perikanan,bidang komunikasi dan informatika,konektifitas antar wilayah,dan yang terakhir perumahan rakyat.jumat(23/4)

Pada sesi tanya jawab,keluhan seperti Sugiyo warga desa puhjarak,Kecamatan Plemahan mengutarakan akan adanya penjualan harga pupuk yang sangat tinggi di luar,dan adanya beberapa toko penjual pupuk yang menjual pupuk dalam bentuk paket antara pupuk subsidi dan nonsubsidi,berharap dengan adanya kejadian tersebut pemerintah kabupaten kediri bisa memberikan solusi buat para petani.

Kepala dinas pertanian dan perkebunan(plt)Anang Widodo S.p menjelaskan”terkait penjualan paketan pupuk nonsubsidi dengan subsidi yang beredar diluar merupakan informasi yang bagus,yang jelas dari pemerintah kabupaten tidak ada namanya mengeluarkan pupuk nonsubsidi yang didalamanya di sisipi pupuk subsidi dengan alibi penjual secara paket,dan itu terasa petani dipaksaan untuk melakukan pembelian harga pupuk yang lebih tinggi karena dalam bentuk paketan,akan keluhan tersebut kami akan melakukan sidak dilapangan.

Mas Dhito selaku Bupati kediri juga menanggapi akan hal itu”yang jelas inilah manfaat akan adanya jumat ngopi,dimana terkadang ada hal-hal yang tidak dapat ditangkap oleh pemerintah,maka masyarakat bisa menyampaikan persoalanya secara langsung dan diserap oleh dinas terkait”.

“Dan terkait dengan pupuk,inilah yang selama ini sudah menjadi pekerjaan rumah saya harus bisa mencarikan solusi,karena apa,pupuk jenis non organik apapun bentuknya akan menjadi langka dan berpengaruh besar ke petani yang ketergantungan” imbuh mas dhito.

Mas menjelaskan kembali di akhir wawancara”Seperti apa yang menjadi program saya yaitu “DITO(desa inovasi tanah organik)itu sebagai langkah dan solusi petani mengatasi permasalahan pupuk,disamping tidak banyak mengeluarkan anggaran yang banyak karena juga bisa di produksi sendiri,juga hasil panen tidak kalah dengan menggunakan pupuk non organik”.(pan)


Loading...

Pos terkait

Loading...