Warga Griya Katimpun Indah Gelar Buka Puasa Bersama di Lanjutkan Dengan Sholat Magrib

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | PALANGKA RAYA- Dalam rangka meningkatkan keakraban dan kekompakan sesama warga, puluhan warga Griya Katimpun Indah menggelar buka bersama sekaligus sholat maghrib berjamaah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu warga bernama Wayan, Sabtu (24/4/2021).

Kegiatan buka bersama ini pun dihadiri Bhabinsa Katimpun Pelda Nur Kholis dan Bhabinkamtibnas Bripka Edris. Dimana ide seperti ini pun terlaksana berkat kekompakan antar sesama dan ini akan menjadi salah satu tradisi yang akan dilakukan masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah atas kekompakan antar warga kegiatan seperti ini terlaksana dengan lancar dan berkah,” Kata Wayan.

Wayan juga berharap semoga kekompakan serta silaturahmi yang sudah terjalin ini akan selalu terjaga sampai nanti. Dan semoga semuanya diberikan nikmat umur panjang dan limpahan rezeki sehingga dapat bertemu dengan Ramadhan tahun depan dan kembali bisa melaksanakan buka puasa bersama.

“Jangan sampai tali silaturahmi yang sudah terjalin ini putus begitu saja,” ujar wayan sembari tersenyum.

Tidak sampai situ saja karena kekompakan ini juga warga sini pun bukan hanya melaksanakan buka bersama saja, melainkan juga memberikan bukaan puasa di Masjid yang letaknya tidak jauh dari perumahan.

“Warga sini pun kompak bukan antar golongan saja, akan tetapi semua bersatu untuk menjaga silaturahmi,” ucapnya.

Disisi lain Nurkholis pun sangat menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan warga griya indah petuk katimpun yang sudah mengundangnya untuk berbuka bersama. Kami pun sangat salut dengan kesadaran warganya yang tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaannya.

“Sangat bangga lah bisa hadir disini dengan tetap menerapkan prokes, karena pandemi Covid-19 belum berakhir,” Tuturnya.

Sementara itu warga lainnya Supri menerangkan
puasa adalah salah satu bentuk ibadah wajib yang didalamnya mengajarkan kita untuk dapat menghargai dan membantu orang yang tidak mampu,melatih kesabaran dan membendung hawa nafsu.

” Lebih dari 13 jam kita menahan lapar dan haus, itu semua merupakan pembelajaran agar kita menghargai atas nikmat yang diberi,” Pungkasnya. ( Sgn )


Loading...

Pos terkait

Loading...