Cerita Ibunda Serda Setyo Wawan, Salah Satu Korban Tenggelam KRI Nanggala 402

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Kesedihan mendalam terlihat jelas di raut wajah Wiji (60), ibunda dari Serda Setyo Wawan salah satu awak Kasel KRI Nanggala 402 milik TNI AL yang tenggelam.

Dengan suara tertatih, Wiji menceritakan kepada awak media yang menemuinya di rumahnya pasar jagung depan stasiun Cepu RT 05/RW 09 Kelurahan Balun Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.

Bacaan Lainnya

“Sabtu (17/04) sebelum berangkat tugas, pulang pamit saya mas di warung depan stasiun cepu. Besok mak, aku sudah di kapal latihan perang,” ucap Wiji, Senin (26/04).

Wiji mengaku tidak merasakan firasat apapun saat itu. Namun, sang anak saat itu sempat menyampaikan kepada ibunya bahwa ia didatangi dalam mimpi almarhum ayahnya sambil menangis.

“Pamitnya cuma berangkat gitu. Waktu dia mau berangkat itu menyampaikan kalau dia tadi malam mimpi ketemu bapaknya yang telah meninggal. Dia dirangkul sambil nangis, terus bapak menghilang,” terangnya.

Dirinya pun sempat menyuruh anaknya untuk menziarahi makam ayahnya sebelum tugas. Tapi karena anaknya tidak ada waktu, akhirnya diurungkan.

“Besok pulang dari tugas saja, karena waktunya tidak ada baru benahi kapal,” tandasnya.

Hingga saat ini, dirinya belum mengetahui secara pasti perkembangan kasus anaknya. Wiji masih menunggu informasi dari keluarga serta kesatuan di Surabaya.

Sebagai informasi, Serda Setyo Wawan merupakan salah satu dari 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang dinyatakan subsunk atau tenggelam di sekitar laut Pulau Bali. KRI Nanggala 402 saat itu hendak melakukan latihan tembak rudal C802 dan Torpedo. Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan untuk mengevakuasi 53 awak kapal beserta kapal itu sendiri. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...