Pembangunan Bendungan Randugunting di Blora Capai 61,24 Persen

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Proyek strategis nasional Bendungan Randugunting di Kecamatan Japah Kabupaten Blora saat ini sudah mencapai progres 61,24 persen.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Muhamad Adek Rizaldi bendungan Randugunting ini dibangun untuk dimanfaatkan oleh tiga Kabupaten, yakni Blora, Rembang dan Pati.

Bacaan Lainnya

“Bendungan Randugunting yang dibangun untuk dimanfaatkan oleh tiga Kabupaten ini progres pekerjaan sampai saat ini mencapai 61.24%. Dan ditargetkan selesai keseluruhan proyeknya pada Juni 2022, target selesai semua. Tetapi untuk peresmiannya direncanakan November 2021 pada saat pengisian air kedalam waduk,” terang Muhamad Adek Rizaldi di Ruang Rapat Bupati Blora, Selasa (27/4).

Pihaknya menambahkan untuk wilayah Kabupaten Blora, lokasi di sekitar bendungan dapat dikembangkan untuk obyek wisata.

“Kabupaten Blora mempunyai keunggulan spot-spot yang dapat dikembangkan menjadi obyek wisata. Ini yang saat ini kami tawarkan kepada bapak Bupati untuk membantu meningkatkan perekonomian warga Blora yang tinggal di sekitar bendungan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Blora Arief Rohman sepakat dengan pengembangan konsep wisata di sekitar bendungan Randugunting.

“Kami sepakat dengan potensi wisata yang nanti dikembangkan di sekitar bendungan. Dan kami juga mengusulkan melalui Kepala Balai bahwa kami ingin memaksimalkan Waduk Tempuran sebagai pusat olahraga dayung, barangkali nanti dapat mencetak atlet-atlet dayung nasional,” kata Bupati.

Arief Rohman juga meminta arahan dan petunjuk Kepala Balai terkait akses jalan menuju bendungan Randugunting.

“Akses jalan dari Japah ke lokasi yang seperti itu, terus terang anggaran kami untuk membangun jalan tersebut tidak mampu. Kami mohon arahan barangkali akses jalan tersebut dapat dibangun sekalian oleh Kementrian PUPR. Dan apabila diminta untuk membuat surat dukungan kami siap,” lanjutnya.

Selanjutnya, Bupati berpesan kepada Camat Japah yang wilayahnya terdampak Bendungan Randugunting untuk menjalin komunikasi dengan warga sekitar.

“Camat Japah, tolong menjaga kondusifitas warga sekitar dengan mengkomunikasikan potensi-potensi wisata yang dapat dikembangkan warga melalui BUMDes. Jadi, walaupun warga tidak mendapatkan manfaat langsung dari bendungan tetapi dapat memaksimalkan potensi wisatanya. Juga untuk PDAM, dapat memanfaatkan air baku untuk warga sekitar bendungan,” harapnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...