Tokoh Pendiri Provinsi Kalteng Sabran Achmat Tutup Usia

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Palangka Raya – Saat mendung menggelayut di Kota Palangka Raya, masyarakat terhenyak dengan tersiarnya kabar duka. Salah satu tokoh pendiri Kalimantan Tengah sekaligus tokoh adat Bumi Tambun Bungai, Sabran Ahmad tutup usia pada umur 90 tahun di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Figur yang bersahabat, sederhana dan bersahaja tentu menjadi ingatan bagi siapa pun yang pernah bersua dan berbincang dengan almarhum yang akrab dipanggil Bue (kakek) tersebut. Setelah cukup lama menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit jantung dan ginjal, akhirnya almarhum berpulang ke pangkuan Ilahi. Kepergian almarhum meninggalkan seorang isteri, Rusliana beserta lima orang anak. Almarhum rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jalan Cilik Riwut Km. 2,5 Palangka Raya.

Sabran Achmad lahir di Kuala Kapuas, 31 Desember 1930 sebagai putra ketiga dari sembilan bersaudara. Dia menyelesaikan pendidikan SR, SMP hingga SMA di wilayah Kalteng. Kemudian ia sempat mengenyam kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin hingga tingkat III.

Kemudian ia aktif pada Partai Nasional Indonesia yang membawanya terpilih sebagai anggota DRPD-GR Kalteng. Lantaran kepiawaiannya berpolitik, para koleganya mempercayakannya sebagai Wakil Ketua DPRD-GR Kalteng periode 1966–1971.

Sabran Ahmad pernah berkarier sebagai Pegawai Negeri Sipil di Departemen Perburuhan tahun 1950 dan Kepala Kantor Balai Statistik Kalteng periode tahun 1971–1986. Pada kancah nasional, Sabran pernah menjadi Anggota DPR RI Fraksi Golkar periode 1988-1992.

Dia juga menjadi tokoh yang disegani masyarakat adat saat menjabat menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng periode 2008-2016.

(Sgn)


Loading...

Pos terkait

Loading...