Polda Kalimantan Tengah , BNNP, Geranat dan Kejati Musnahkan Barang Bukti Sabu berjumlah 900,65 Gram

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah bersama dengan Kejaksaan Negeri bersama dengan pihak BNNP Provinsi Kalteng serta Tim GRANAT melaksanakan pemusnahan barang bukti berupa Narkotika yang dilaksanakan di Markas Mako Satuan Brimob Jalan Tjilik Riwut Km 32,Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Provinsi Kalimantan Tengah Kamis (29/04/2021).

Turut hadir pada saat pemusnahan barang bukti tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya,Kepala BNNP Provinsi Kalteng,perwakilan GRANAT serta Dirnarkoba Polda Kalteng.

Barang bukti berjenis shabu yang akan dimusnahkan berasal dari Kejaksaan Negeri Palangka Raya dengan jumlah total shabu sebanyak 305,18 Gram dari 2 kasus dengan 2 tersangka, Kejaksaan Negeri Gunung Mas total shabu sebanyak 10,39 Gram dari 1 kasus dengan 2 orang tersangka ,Pulang Pisau dengan total barbuk sebanyak 193,93 Gram dari 2 kasus dengan 2 orang tersangka ,Kotawaringin Timur total barbuk sebanyak 371,97 Gram dari 3 kasus dengan 3 tersangka,serta Kapuas dengan total barbuk shabu 11,91 Gram dari 1 kasus dengan 1 tersangka.

Dengan jumlah barang Bukti hasil pengungkapan yang dimusnahkan pada kesempatan tersebut berasal dari 5 wilayah Kota/kabupaten berjumlah total 900,65 Gram,yang di sita selama periode bulan Maret – awal April,dengan jumlah total sebanyak 9 kasus dan 10 orang tersangka.

Barbuk tersebut diamankan dari tersangka yang berasal dari Pontianak melalui jalur darat ke perbatasan Kal-Bar dan Kal-Teng,untuk kemudian diedarkan ke wilayah Kabupaten Kotim,dan modus operandi lainnya ialah di bawa melalui jalur Darat ke Palangka Raya untuk di edarkan ke wilayah Palangka Raya dan Gumas .

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., dalam kesempatan tersebut mengatakan “Polda Kalteng akan terus berupaya dan berkomitmen bersama dengan stakeholder terkait untuk terus memerangi peredaran narkoba di wilayah hukumnya,Kalteng saat ini sudah menjadi market bagi pengedar narkoba untuk mengedarkan barang haramnya di wilayah perkebunan,yang dikhawatirkan juga nantinya narkoba akan masuk di wilayah pertambangan,terlebih saat ini para pengedar narkoba dalam aksinya memperlengkapi dirinya dengan senjata api.Ini tentunya merupakan ancaman real bagi kita dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba di wilayah Kalteng yan kita cintai ini,” jelas Dedi.

GRANAT Provinsi Kalteng dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan apresiasi kepada Polda Kalteng beserta jajarannya atas keberhasilannya dalam memberantas narkoba di wilayah hukumnya.

Selama bulan Januari sampai April 2021,mengalami kenaikan jumlah tersangka sebesar 2,38 persen,dan jumlah barang bukti Shabu mengalami kenaikan sebesar 21,55 persen di bandingkan tahun 2020 yang telah lalu.(Sgn)


Loading...

Pos terkait

Loading...