Sebanyak 41 Nasabah Pos Sudah lengkapi Berkas, PT POS Indonesia harus ganti rugi miliyaran rupiah

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kotabaru-Persoalan uang nasabah pos Kecamatan kelumpang selatan Kabupaten Kotabaru yang di salah gunakan mantan Kepala cabang Pos Pantai kini sudah berproses hingga ke tingkat regional Pos Indonesia.

Kepala kantor Pos induk saat di temui diruang kerjanya mengatakan bahwa proses sudah di teruskan ke tingkat regional yang berpusat di banjarbaru, semua berkas sudah lengkap dan sudah diserahkan ke Regional pertanggal 21 February 2021 lalu.

“ada 41 nasabah kelumpang selatan dengan nominal 1,8 milyar sudah melengkapi berkas dan sudah kita serahkan ke pimpinan kami yakni pihak regional yang menangani kasus ini,” kata Agus Herman kepada wartawan di ruang kerjanya, kamis (29/4/21).

Dikatakan lebih lanjut oleh Agus Herman, bahwa jumlah uang nasabah yang disalahkan gunakan oleh mantan kepala cabang pos kelumpang selatan atas nama Didi Anshari sangat banyak sehingga merugikan PT POS Indonesia mencapai 3 miliyar Rupiah, maka dari itu proses nya juga tidak bisa begitu cepat dan harus sangat teliti untuk menyesuaikan dengan data nasabah.

“uangnya banyak sekali mas hingga mencapai 3 miliyar Rupiah uang nasabah yang di pakai saudara Didi, dan tersisa 1,8 miliyar lagi yang belum di kembalikan, proses pengembalian uang nasabah ini yang berwenang adalah pihak Regional, kami hanya sebatas membantu melengkapi berkas nasabah untuk di teruskan ke pihak regional tersebut,” Ucap Agus Kepala Pos Induk di batulicin.

Sementara kepastian uang nasabah kembali,pihak Pos dalam hal ini Agus Herman sebagai pimpinan tertinggi di Pos induk tidak bisa memastikan karena sudah diserahkan yang berwenang dalam hal ini pihak regional banjarbaru.

“mari kita tunggu saja pak, saya juga berdoa semoga secepat mungkin uang nasabah kembali, karena keputusan ada di pimpinan tertinggi kami yakni pihak regional, jelas Agus.

Saat ditanya mengenai yang bersangkutan dalam hal ini mantan kepala cabang pos pantai apakah masih bekerja dan apakah akan ada sanksi pidana, dengan jelas Agus pun menjelaskan sangat gamblang.

“yang bersangkutan memang masih bekerja, namun statusnya hanya membantu-bantu saja, dia pun sudah di PHK hanya saja menunggu surat PHK nya keluar bahkan mulai bulan maret kemarin dia sudah tidak memerima gajih lagi,dan pastinya akan di pidana namun semua itu pihak regional yang akan mempidanakan,”terang Agus.(duki)


Loading...

Pos terkait

Loading...