Kejari Blora Belum Tentukan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kunker DPRD

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dalam menangani kasus dugaan korupsi kunjungan kerja (kunker) DPRD Blora.

Menurut Kasi Intel Kejari Blora, Muhammad Adung, dalam kasus tersebut terduganya adalah mantan Ketua Partai. Karena itu, pihaknya menunggu petunjuk dalam langkah penyelesaian kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah ekspos ke Kejati, karena yang bersangkutan kan dulu ketua partai, makanya kita menunggu petunjuk. Katanya ada aturan penanganan ketua partai di suatu daerah ataupun bupati itu kan ada aturan khusus di administrasi negara sama di kami,” ujar M. Adung, Kamis (29/4/2021).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa Kejari Blora belum menentukan siapa tersangka dalam kasus ini.

“Belum ada tersangka, yang jelas uang sudah dikembalikan,” tambahnya.

Dalam kasus ini, sebelumnya Kejari Blora juga menyita uang dari kas daerah. Berdasarkan keterangan dari Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Slamet Pamudji, uang yang disita dari kas daerah yakni sebesar Rp 625 juta.

Slamet Pamudji menambahkan, dalam kasus ini terduga telah mengembalikan uang yang diduga dari hasil korupsi kunjungan kerja ke kas daerah. Sehingga kejaksaan meminta uang tersebut untuk menjadi barang bukti dalam upaya pembuktian kasus.

Karena sudah terlanjur masuk ke dalam kas daerah, lanjut Mumuk, pihaknya pun tidak lantas menganggapnya sebagai pendapatan daerah.

“Ketika (uang) itu menjadi barang bukti, itu hanya soal mekanisme bagaimana cara mengeluarkannya,” katanya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...