Bupati Blora Tentukan Beberapa Langkah Jelang Lebaran

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Meskipun Pemerintah Pusat melarang masyarakat untuk mudik, namun Bupati Arief Rohman memperkirakan tetap akan ada banyak perantau yang mudik ke Blora. Untuk itu, Arief Rohman meminta kepada seluruh stakeholder untuk memperhatikan hal tersebut dengan baik.

Hal ini disampaikan Bupati Blora saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi Keuangan dan Industri Daerah, dan evaluasi kesehatan dengan jajaran Forkopimda, MUI, Kemenag, dan OPD stakeholder terkait lainnya, Selasa (04/05).

Bacaan Lainnya

Ada beberapa aspek yang menjadi perhatian Bupati Arief Rohman dalam rakor ini, diantaranya adalah kesehatan, kebutuhan bahan pokok, keuangan, infrastruktur, dan lokasi sholat Ied.

“Untuk masa mudik tahun ini, dimana pandemi Covid-19 belum juga berakhir, kita perlu menentukan langkah-langkah yang tepat. Hal ini penting untuk memastikan kesehatan masyarakat, dan terpenuhinya kebutuhan pokok bagi masyarakat. Kita ingin agar Lebaran Idul Fitri nanti berlansung aman dan sehat,” terang Arief.

Arief memerintahkan kepada para Camat beserta Forkopimcam, Kades, dan Satpol PP untuk memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Terutama di tempat ibadah, pasar, dan pertokoan.

“Tolong diatur, jangan sampai ada kerumunan,” tambahnya.

Dirinya juga menekankan agar kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri diperhatikan ketersediannya. Dia juga meminta agar harga-harga kebutuhan pokok stabil terjangkau.

Wakapolres Blora, Kompol Rubiyanto mewakili Kapolres menyatakan bahwa momentum lebaran adalah momen di mana masyarakat berkumpul dalam jumlah besar. Maka dari itu, pihaknya meminta adanya sinergi antara Polres, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dalam menghadapi pemudik.

“Melalui sinergi ini, diharapkan kesehatan dan keamanan masyarakat lebih terjaga,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Dandim 0721/Blora, Letkol Inf. Ali Mahmudi yang menyatakan bahwa perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder dalam rangka pengamanan wilayah terkait Covid-19.

“Memang Blora tidak terlalu tinggi kasusnya, tetapi setiap hari selalu ada tambahan kasus. Ini yang harus diperhatikan,” kata Ali Mahmudi.

Dari rakor ini, dihasilkan keputusan bahwa pelaksanaan Sholat Ied 1442 H akan tetap dilaksanakan. Namun, tidak hanya dipusatkan di 1 titik, melainkan juga dilaksanakan di masjid-masjid desa/kampung hingga musholla. Ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kerumunan saat pelaksanaan Sholat Ied.

Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, akan dilakukan penambahan ruang isolasi di RSUD Blora dan Cepu. Pihak petugas keamanan juga terus melakukan penjagaan di pos perbatasan dan menggalakkan pendataan pemudik mulai dari tingkat desa. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...