Rekonsiliasi Pelaksanaan Bansos Sembako di Blora

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati mengajak BRI Cabang Blora dan Cabang Cepu untuk duduk bersama dengan jajaran Pemkab terkait Pelaksanaan Bansos Sembako di Blora, Senin (03/05).

Rapat koordinasi tersebut sekaligus sebagai upaya untuk menjalin sinergi dan berkomunikasi kaitannya dengan data dan kendala-kendala yang dihadapi BRI maupun Dinas Sosial P3A.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut Kordinator Daerah (Korda) Program BSP di Kabupaten Blora, Linda Ari Kurnia menuturkan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi kaitannya dengan pelaksanaan program bansos sembako.

Mulai dari data Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), termasuk kaitannya dengan sinkronisasi data antara pemerintah dan BRI, serta kendala-kendala yang dihadapi E-Warong.

“Belum ada rekonsiliasi dalam penetapan E-Warong oleh Himbara (BRI) akibatnya rasio E-Warong dan KPM tidak proporsional. Masih ditemui ada yang belum objektifnya rekom penetapan E-Warong oleh Kades atau Kalur, terkait acuan HET dalam pengadaan komoditas, dan belum semua E-Warong memakai produk lokal,” papar Linda.

Pihaknya mengungkapkan, berdasarkan rekap manual tercatat setidaknya ada sejumlah 531 E-Warong yang ada di Kabupaten Blora.

Selain kendala tersebut, pihaknya juga memaparkan terkait persoalan teknis yang dihadapi KPM dan E-Warong.

Sementara itu Perwakilan BRI Blora, Bambang mengungkapkan bahwa jumlah E-Warung yang ditunjuk BRI Cabang Blora ada 406 agen. Sedangkan untuk BRI Cepu ada 110 agen. Bambang juga memaparkan kaitannya dengan kendala-kendala yang dihadapi BRI di lapangan, termasuk juga data, distribusi KKS, serta KKS yang bermasalah.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati mengungkapkan rapat koordinasi ini dapat digunakan untuk menampung masukan sekaligus untuk mencari solusi bersama atas permasalahan.

“Hari ini kita menerima data-data ini, kita menerima banyak masukan, masalah yang dihadapi di lapangan dan hal-hal baru kaitannya dengan bansos sembako ini,” terang Wakil Bupati

Dengan diadakannya koordinasi ini, tambah Tri Yuli, kedepannya permasalahan kaitannya dengan data, mekanisme penyaluran, E-Warong dan sebagainya dapat segera diatasi dan dicarikan solusi.

Sehingga bansos sembako dari pemerintah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Termasuk proses penyalurannya yang sesuai dengan ketentuan.

“Sehingga harapannya masyarakat, KPM yang benar-benar membutuhkan ini bisa merasakan bantuan dari pemerintah pusat dengan baik,” lanjutnya.

Tri Yuli pun meminta agar koordinasi dilakukan secara rutin setiap bulannya, Ia pun mendorong agar Dinsos P3A Blora dan BRI Cabang Cepu dan Blora untuk menjalin berkomunikasi secara intens.

“Saya harapkan komunikasi dan koordinasi seperti ini dilakukan secara rutin nanti setiap bulannya. Saya minta Bu Indah (Ka Dinsos) untuk setiap satu bulan sekali di agendakan rapat. Agar permasalahan terkait data dan E-Warong, dan kendala-kendala di lapangan dapat terselesaikan” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...