Rencana Pembangunan Pasos Yayasan Rumah Duka Untuk Umum Mendapat Hambatan Dari Segelintir Orang, Ada Apa ?

  • Whatsapp

ANALISA PUBLIK.COM | PALANGKA RAYA- Pembangunan Fasilitas sosial yayasan rumah duka di Jalan Yos Sudarso Ujung Palangka Raya terusik oleh adanya sejumlah orang yang mengaku sebagai warga sekitar yang menolak dengan alasan tidak mendasar.

Suriansyah Halim selaku tim hukum mengatakan bahwa pihaknya sebagai pengelola pembangunan rumah duka menerima surat keberatan dari warga pada tanggal (2/4) dengan alasan khawatir warga yang berada di sekitar lokasi akan mendapatkan nasib sial.

“Mendapatkan surat keberatan tersebut pihak pengelola rumah duka melakukan konsultasi dan meminta kepada pihak kedamangan mantir adat menjadi penengah dalam rangka mediasi antara warga dan pihak yayasan,” Kata Halim saat diwawancarai awak media, kemarin (6/5).

Bahkan menurut Halim dari kedamangan Jekan Raya alasanpun menyatakan itu tidak benar dan hanya dibuat buat oleh pihak yang mengaku warga sekitar, dan pihaknya mendukung pembangunan yayasan rumah duka tersebut. Dan saat pihak yayasan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pembangunan ini justru masyarakat sekitar menawarkan tanahnya agar di beli oleh pihak yayasan.

“Atas keinginan warga sekitar lokasi pembangunan yang ingin menjual lahannya, pihak yayasan menyambut baik dan akan membelinya sesuai dengan harga pasaran. Namun pihak yayasan meminta warga yang ingin menjual lahannya agar melengkapi legalitas tanah berupa sertipikat,” ujar Halim.

Sementara itu Rudi Irawan yang merupakan mantir adat kecamatan Jekan Raya menerangkan
agar pihak warga dan yayasan bersama-sama tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum.

“kehadiran kami dari kedamangan hanya ikut memantau atau mengawasi agar pihak warga yang keberatan tidak melakukan hinting pali, karena mediasi sudah berjalan dan keputusan dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan,” ucapnya.

Lanjutnya, Rudi mengajak kepada warga sekitar dan lainnya mari kita sama-sama mendukung pembangunan rumah duka ini demi kepentingan orang banyak yang membutuhkan.

“sebagai bentuk adat nanti akan dilaksanakan ritual manyanggar atau mamapas,sebagai sebuah adat atas pembangunan yang tidak biasa ini,” pungkasnya.

Kegiatan pengamanan juga terlihat dikawal oleh puluhan anggota kepolisian kota Palangka Raya yang juga di hadiri oleh Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., S.H., M.Hum yang didampingi kabag ops. (Sgn)


Loading...

Pos terkait

Loading...