Sopir Angkutan Blangkejeren- Medan Terancam Tak bisa Belanjai Keluarga

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | GAYO LUES- Dampak dari pelarangan mudik para sopir angkutan Blangkejren-Medan yang ada di Gayo Lues terancam tak bisa balanjai lebaran keluarga. Para sopir yang jumlahnya mencapai 50-an orang ini sangat kecewa pasalnya mata pencaharian mereka pada bulan ramadhan menjadi hilang akibat pelarangan transportasi antar Provinsi.


Onot (40) salah-satu mandor angkutan diterminal Kota Blangkejeren mewakili mandor dan para sopir di terminal tersebut pada Sabtu 08/05/21 mengatakan kekecewaan para sopir angkutan mereka kecewa karena adanya larangan angkutan untuk beroperasi khususnya pada jalur antar provinsi.


pada saat-saat inilah masa panen kami sebagai Mandor angkutan dan sopir angkutan, biasanya menjelang hari raya Idul Fitri ini kami panen, penumpang membludak , dan kami kebanjiran rezeki, hingga kami bisa membelanjai keperluan lebaran anak dan istri. Tetapi sekarang jangankan untuk lebaran untuk makan saja kami sudah terancam . Terang Onot
Onot mengatakan sangat berharap ada solusi dari Pemerintah, minimal ada bantuan THR bagi kami mandor dan sopir yang mengais rezeki dijalan. Dengan kondisi ini ekonomi para sopir sangat terjepit, mereka tidak dapat bekerja lain karena biasanya berpeganng hidup hanya dengan setir.Para sopir saat ini sudah bingung mau belanjai anak istri, karena tidak ada lagi uang masuk. mobil sudah tgidak bisa beroperasi lagi.


Terkait dengan pelarang beroperasinya Bus angkutan antar Provinsi ketua Organda Gayo Lues Syamsul menyebutkan hanya bisa pasrah para sopir dan Mandor harus bisa menahan diri karena,larangan tersebut dari pusat,bukan dari daerah yang di terapkan kepada seluruh angkutan yang ada di indonesia.Kita harus bersabar dan berdoa agar corona cepat berlalu.


Namun Syamsul berharap kepada pemerintah segera membolehkan angkutan umum beroperasi,agar nasib para sopir ini tidak kehilangan mata pencaharian. Mereka tidak punya gaji dan tidak punya THR bila tidak bekerja,dapat hari ini untuk makan besok.Diharap pemerintah bisa melihat kondisi ekonomi para sopir apalagi mereka punya keluarga (AMIN LINGGA /yudi).


Loading...

Pos terkait

Loading...