Gubernur Kalteng Rakor Penanganan Covid-19 Dan Antisipasi Masuknya Varian Baru

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM |
Kotawaringin Barat-
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada saat Kunjungan Kerjanya di Kobar mengatakan bahwa, melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Forkopinda Kobar agar selaras dalam penanganan Covid-19 termasuk antisivasi varian baru mutasi Covid tersebut yang berasal dari negara India dan membahas bagaimana ekonomi di saat pandemi ini agar terus berjalan seperti biasa dengan melaksanakan Prokes.
Adapun Rapat Koordinasi ini yang pelaksanaannya di Aula Haprabu Polres Kobar, kata Gubernur Kalteng. Senin, (10/05).

“Kami melakukan Rapat Koordinasi
hari ini antara Pemprop Kalteng dengan Forkopinda Kabupaten Kotawaringin Barat terkait dengan penangan Covid-19 juga mengantisivasi varian baru mutasi Covid dari negara India yang mana sudah ada masuk dibeberapa propinsi dalam hal ini Kalimantan Tengah pada 27 maret 2021 sudah dimasuki mutasi varian baru Covid-19 tersebut, namun Alhamdulillah saat ini sudah sembuh semua, kata Sugianto.

Kemudian Gubernur menjelaskan, dalam rapat ini membahas berkaitan dengan ekonomi agar di tengah pandemi ini bisa berjalan yang seiring dengan penanganan Covid-19, tentunya dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai dengan Pemerintah Pusat bagaimana ekonomi dan penganan Covid terus berjalan seperti biasa namun pihaknya dari pemerintah agar dalam menyampaikan untuk menjalankan protokol kesehatan jangan sampai bosan, jelasnya.

Selain itu Sugianto berharap kepada Satgas Covid-19 di Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah dalam penangan Covid-19 yang mana di tiap pintu gerbang masuk seperti bandara dan pelabuhan laut agar terus diperketat penjagaan dengan menerapkan, agar orang yang masuk di wilayah Kalteng ini wajib pakai Surat Tes Swab PCR yang hasilnya negatif. Dengan dijalankan aturan ini sehingga kasus Covid-19 di wilayah Kalimantan Tengah dapat mengalami penurunan.

“Alhamdulillah dengan langkah-langkah yang kita jalankan ini, kita mengalami angka penurunan Covid-19,” kata Gubernur.

Ditambahkannya bahwa berkaca dari negara India yang mana menjalankan ibadah terjadi banyaknya orang meninggal karena kasus Covid varian baru tersebut. Oleh karena itu pihaknya tidak menginginkan hal itu terjadi di saat kita dalam merayakan hari Raya Idul Fitri ini. Begitu juga kapal-kapal yang keluar masuk dari luar negeri yang membawa CPO dan Batubara, pengawasan para awak kapalnya perlu kita perketat agar varian baru Covid-19 ini tidak masuk di Kalteng.

“Adanya Kapal yang masuk dari luar negeri seperti mau mengangkut CPO dan Batubara para awak kapalnya kita tidak perbolehkan untuk turun dari kapal, begitu juga kita larang orang yang mau masuk ke dalam kapal hanya satgas yang boleh masuk ke kapal, hal ini kita lakukan penyekatan untuk menghindari varian baru Covid-19,” pungkasnya.

(R1D)


Loading...

Pos terkait

Loading...