Jembatan Tua Penghubung Kabupaten Kediri Dan Kota Kediri,Segera Direalisasikan Pembangunanya

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Jembatan Mrican atau jembatan Jong biru segera tinggal kenangan. Jembatan yang hancur diterjang banjir pada tahun 2017 itu kini tengah dalam proses pembongkaran.

Jembatan milik PTPN X , dalam hal ini Pabrik Gula Mrican itu sejak bulan lalu telah dibongkar bagian per bagian. Kru pembongkaran jembatan saat ditanya mengatakan berasal Bojonegoro, dan merupakan tim dari pemenang lelang jembatan oleh PTPN X.

Jembatan yang melintas di atas sungai Brantas itu kini hanya menyisakan sejumlah ruas rangka besi. Rangka besi jembatan dipotong menggunakan peralatan las menjadi potongan kecil, dengan berat satu potongan kecil mencapai 50 kg.

Terkait lelang itu sendiri, pihak PG Mrican membenarkan bekas jembatan tersebut memang telah dijual oleh PTPN X,   ” lelang dilakukan 2 kali melalui KPKNL Malang, ” tukas General Manager PG Mrican Sugiharto Bisri, ST.

Jembatan yang pernah jadi penghubung utama  Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, dengan Desa Jong Biru Kecamatan Gampeng Rejo, Kabupaten Kediri, dan menjadi salah satu akses warga Kota-Kabupaten Kediri untuk ke bepergian ke wilayah Nganjuk ini pertama kali berdiri pada tahun 1898.

Melalui Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kali ini harus melakukan desain ulang. Tentunya desain tersebut juga menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.selasa(25/5)

Kabid Operasional dan Pemeliharaan PUPR Kabupaten Kediri, Andri Eko Prasetyo mengatakan, sebenarnya Jembatan Mrican yang terletak di Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo itu dibangun dengan sangat megah dan ikonik.

“Awalnya memang desain Jembatan Mrican ini akan dibangun dengan konsep modern yang futuristik. Namun, disebabkan ada kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Pandemi Covid-19, maka dana yang sebelumnya untuk pembangunan kembali jembatan tersebut, jadi tidak bisa turun,” katanya.

Saat disinggung mengenai desain ikonik tersebut Andri sedikit membeberkan jika jembatan itu nantinya terdapat sebuah lampu di atasnya juga ditunjang dengan trotoar untuk pejalan kaki. Sedangkan untuk jembatan itu nantinya jelas akan lebih panjang dan lebar.

“Dari Kementerian PUPR kami sudah memiliki rancangan awal bahwa jembatan ini akan mempunyai lebar 14 meter dan panjangnya 550 meter. Namun, karena anggaran terbatas maka, penataan Jembatan Mrican ini tidak jadi dibangun dengan ukuran awal. Lantas Jembatan Mrican itu nanti akan dibangun seperti apa, kalau kita bisa beri contoh mungkin kurang lebih seperti Jembatan Wijaya Kusuma Ngadiluwih Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Di sisi lain, tambah Andri, dengan keterbatasan anggaran tersebut, maka pihak Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya keras agar infrastruktur yang sempat runtuh tahun 2017 karena diterjang derasnya air itu, kembali dibangun demi kebutuhan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri telah menghadap Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta. Pada pertemuan ini, diperoleh solusi dari keterbatasan anggaran tersebut,” katanya.

Andri merinci, berdasarkan diskusi di Jakarta itu, pada nantinya Kementerian PUPR akan membantu dana pembangunan Kerangka Baja yang dipasang di bagian atas Jembatan Mrican. Kemudian, di bagian bawah jembatan, untuk realisasi pendanaannya menjadi tanggung jawab Pemkab Kediri.(pan/kom)


Loading...

Pos terkait

Loading...