Soal Mobil Honda HR-V STNK Ganda, Kepolisian Sudah mengeluarkan SP2HP

  • Whatsapp
Atik Kristiana, SH selaku kuasa hukum

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Persoalan dugaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ganda kendaraan roda empat jenis Honda HR-V yang sempat viral di bumi blambangan sudah memasuki babak pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan.

“Kami sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), kemarin dari Polresta,” kata kuasa hukum pelapor, Atik Kristiana, SH saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/5/2021).

Bacaan Lainnya

Advokat asal Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi itu mengatakan bahwa, jika perkara yang di tangani Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Banyuwangi ini berawal adanya perselisihan antara keluarga.

“Sebab musabab peristiwa atau tindak pidana ini terjadi adalah perselisihan keluarga. Tepatnya, disebabkan urusan asmara,” ucap Atik.

Foto dokumen Atik Kristiana, SH
Foto dokumen Atik Kristiana, SH

Menurut Atik, pelaporan yang dilaporkan kliennya ke Polresta Banyuwangi terkait dugaan tindak pidana sebagaimana Pasal 266 KUHP, yakni berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dibuat seolah olah hilang sehingga terbitlah STNK Duplikat.

“Harusnya, juga bisa dijunctokan ke pidana sebagaimana Pasal 220 KUHP. Karena, akibat Laporan Kehilangan, terbitlah dokumen otentik meski duplikat. Padahal, dokumen aslinya telah ia jaminkan sebagai pelunasan hutang.

“Masuk juga, Pidana Pasal 378, penipuan,” ujar advokat perempuan ini.

Hingga kini, lanjutnya, perkara ini masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh unit Tindak Pidana Kusus (Pidsus) Polresta Banyuwangi.

“Terbitnya dokumen duplikat adalah tindak pidana 266 KUHP. Maka, seharusnya polresta juga junctokan Pasal 220 KUHP. Belum lagi, ada upaya merubah nopol mobil HRV itu,” tegas Atik.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu ramai beredar vidio wanita cantik yang menangis di area polresta banyuwangi lantaran merasa dihadang oleh petugas kepolisian saat mengendarai mobil Honda HR-V berwarna putih. Persoalan tersebut sontak menjadi viral di bumi blambangan.

Berdasarkan pemberitaan di beberapa media online, perempuan berparas cantik tersebut merasa tidak terima atas prosedur penghadangan yang dilakukan petugas kepolisian.

Sehingga, atas dugaan perlakuan represif sejumlah aparat penegak hukum dalam pelaksanaan tugasnya, wanita tersebut melaporkan kejadian yang menimpahnya tersebut ke Propam Polda Jatim.

(Budi Rosiono, ST)


Loading...

Pos terkait

Loading...