Dana Desa Fokuskan Membangun Usaha Masyarakat Agar Terciptanya Lapangan Pekerjaan

  • Whatsapp

ANALISA PUBLIK.COM |
Kotawaringin Barat-
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kobar, Sutiyana mengatakan bahwa, perlu diperhatikan kemandirian ekonomi masyarakat di Desa. Untuk masyarakat lokal yang biasanya bekerja sebagai penambang pada saat ini pemerintah gencar-gencarnya dalam penertiban ilegal mining maka mereka tidak ada lapangan pekerjaan lagi.

“Jadi dalam hal ini tidak serta merta di stop dan dibiarkan begitu saja yang mana mereka tidak ada lapangan pekerjaan lagi. Tentunya Pemerintah Desa mendorong ke usaha sektor ril misalnya usaha pertanian, peternakan, perikanan dan lainya lagi yang bisa membuat masyarakat Desa berpenghasilan dengan sumber daya alam yang dimiliki,”

Pada akhir-akhir ini adanya penangkapan pencurian buah sawit Perusahaan. Terkait hal ini yang menjadi salah satu akar permasalahan yang membuat mereka melakukan pencurian karena faktor ekonomi, di Desa, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah, kata Sutiyana. Sabtu (29/05/2021).

Kemudian Sutiyana menjelaskan, yang mana dari sisi ekonomi agar warga di desa bisa hidup sejahtera untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagaimana bisa mendorong ekonomi kerakyatan. Jadi dalam penggunaan dana desa itu tidak mengarah pada pembagunan fisik saja. Namun bisa digunakan pada usaha nyata seperti usaha pertanian dalam arti luas begitu juga dengan usaha lainnya lagi, agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan menyesuaikan sumber daya alam yang ada di desa.

Dengan di ciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya sehingga dapat mengurangi kriminalitas, yang mana terjadi pada akhir-akhir ini maraknya pencurian buah sawit milik perusahaan.

“Dana Desa yang selama ini larinya ke pembangunan fisik seyogyanya membangun ekonomi dulu. Mumpung ada uang, harusnya desa fokus terhadap ekonomi kerakyatan, membangun usahanya. Setelah desa usahanya mapan bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan maka uang mengalir. Tapi dalam hal ini 90 persen mengarah ke pembangunan fisik sehingga lapangan pekerjaan tidak ada, akhirnya banyak pengangguran berakibat maraknya pencurian,” jelas Sutiyana.

(R1D)


Loading...

Pos terkait

Loading...