Mbak Cica Beserta Jajaran Dharma Wanita Tutup Puncak Giat Pondok Ramadhan Pemkab Kediri

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Pemerintah Kabupaten Kediri melalui TP PKK Kabupaten Kediri menggelar Pondok Ramadan 1442 H. Hari ini merupakan puncak pelaksanaan Pondok Ramadan yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis, mulai tanggal 22 April hingga terakhir hari ini,(6/5)

Pada penutupan Pondok Ramadan kali ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito atau Mbak Chica beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kediri, Prendah Reni Retnowati, anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kediri dan peserta secara virtual.

Selama kegiatan Pondok Ramadan ini juga diadakan gerakan infaq yang sampai hari ini terkumpul sebesar Rp36.860.000,00. Infaq ini akan diberikan kepada lansia yang kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Kediri dan penjaga palang pintu kereta api, terutama relawan yang tidak bergaji.

Dalam sambutannya, Mbak Chica mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik panitia, penceramah maupun peserta yang mengikuti Pondok Ramadan secara offline dan online.

“Dan yang sukarela memberikan infaq, semoga amal ibadah mendapatkan berkah dari Allah SWT,” ucap Mbak Chica.

Mbak Chica bersyukur Pondok Ramadan bisa terselenggara karena di tahun sebelumnya tidak bisa dilaksanakan. Dan tema yang diangkat pada acara ini adalah ‘Perempuan Berakhlakul Karimah untuk Menghindari Radikalisme’ dengan pembicara KH Abdul Kholiq Nawawi.

“Tadi sudah disampaikan oleh KH Abdul Kholiq Nawawi, kita semua lebih menjaga keluarga terlebih dahulu. Anak kita jaga, kita batasi, kita temani saat belajar dan berkomunikasi. Jadi pencegahan radikalisme bisa dimulai dari keluarga,” jelas Mbak Chica.

Sementara itu KH Abdul Kholiq Nawawi mengajak para peserta Pondok Ramadan untuk menyeimbangkan segala aktifitasnya, dimana juga ikut berpartisipasi dalam penanganan dan penangkalan radikalisme di dalam keluarga.

“Perhatian seorang ibu kepada anak-anaknya di dalam belajar, mendampingi, bercerita, mengkin juga berbagi kisah yang menyenangkan, itu menjadi sebuah media untuk menangkal faham seperti itu,” jelasnya.

Selain itu seorang ibu, khususnya di bulan Ramadan ini, diharapkan senantiasa mengangkat tangannya pada Allah SWT, mendoakan agar anak-anaknya, generasi-generasi berikutnya ini menjadi qurrota ayun, lil muttaqina imama. Agar anak-anaknya menjadi pemimpin di kemudian hari.

“Disamping itu pendidikan juga perlu diawasi dan dikontrol. Saat anak mengerjakan kegiatan belajar yang sifatnya elektronik atau online perlu diwaspadai,” pesan KH Abdul Kholiq Nawawi.(pan/kom)


Loading...

Pos terkait

Loading...