Diduga Oknum Kades Miliki Kapling Plasma Sawit Mengatasnamakan Warga Fiktif

  • Whatsapp

ANALISA PUBLIK.COM |
Kotawaringin Barat-
Oknum Kades diduga palsukan tanda tangan Ketua Koperasi dan membuat cap sendiri nama Koperasi didalam buku simpan pinjam.
Awalnya awak media mendapat informasi dari warga masyarakat.
Yang mengatakan bahwa tidak singkronnya jumlah data peserta petani plasma yang ada di Desa dengan Koperasi. Yang mana di Desa SBN sebanyak kurang lebih 700 peserta namun kenyataan dari data yang rill sesuai nama warga Desa SBN sebanyak 429.

Diduga kuat oknun Kades tersebut melakukan manipulasi data yang seolah-olah warganya sendiri yang mengusulkan sebagai peserta petani plasma yang melalui rapat di desa, tutur GN yang namanya minta diinisialkan kepada Pewarta. Selasa (01/06/2021).

Dengan adanya perbedaan data ini pewarta menemui pihak-pihak terkait. Yang terindikasi terlibat dalam dugaan merekayasa penambahan peserta petani yang datanya tidak selaras dengan Koperasi. Selain itu diduga dalam menghimpun data yang seakan-akan benar dari usulan warga desa dan membohongi warga yang dimintai data tersebut.

Ketua LKMD desa SBN Imar membenarkan bahwa data yang ada di Desa sebanyak 429 saja. Adapun data 700 sampai dengan 800 itu atau selebihnya itu saya tidak tahu, katanya.

“Untuk lebih jelasnya hubungi Kades, setahu saya data yang ada di desa 429 peserta saja, selebihnya saya tidak mengerti di angka 800 sekian-sekian itu,” kata Imar.

Begitu juga salah satu warga desa DT, Darmin mengatakan bahwa dalam melakukan hal ini diperintahkan Kades untuk mengumpulkan KTP dan selain saya juga Jrs yang pekerjaannya sebagai jasa pengetikan juga mengumpulkan data.

“Terkait hal ini saya disuruh Kades Ei untuk mengumpulkan data peserta petani plasma 80 nama selain itu Jwrs juga merekrut ratusan peserta lainnya. Data ini diambil dari penduduk luar daerah dan tetangga. Adapun data ini dimasukkan 1 tahun yang lalu. Terkait buku simpan pinjam koperasi sebanyak 15 buku yang benar-benar ditanda tangani Ketua Koperasi sedangkan ratusan buku koperasi yang lainnya dicap sendiri dan ditanda tangani oleh Kades yang semestinya dilakukan oleh Ketua Koperasi. Dalam hal ini saya kira Kades sudah koordinasi dengan Ketua Koperasi. Warga inipun tidak tahu bahwa data seperti KTP mereka direkrut sebagai petani plasma.
Kemudian kapling plasma ini ada yang sudah dijual oleh Imr dan Bn dengan harga 20 juta sampai dengan 30 juta,” jelas Darmin.

Saat pewarta menemui Kades di kantornya pada Hari Kamis, 27 Mei 2021 jam 14.30 WIB yang bersangkutan tidak ada.

(R1D)


Loading...

Pos terkait

Loading...