Ketua Forikan Siyuk Rihayati Maryoto Birowo Kampanye Gemarikan

  • Whatsapp

ANALISA.PUBLIK.COM | Tulungagung – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kabupaten Tulungagung, Siyuk Rihayati Maryoto Birowo menyampaikan pencapaian penurunan angka stunting diakibatkan masyarakat gemar makan ikan.

Angka balita stunting Kabupaten Tulungagung hingga kini mencapai 5,51% sedangkan tahun 2020 itu 8,51%,” kata Siyuk kepada awak media usai mendampingi Ketua Forikan Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak melakukan Kampanye Memasyarakatan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung, Kamis (3/6/2021) Pagi.

Ketua Penggerak Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Tulungagung menambahkan
Kampanye Gemarikan ini bertujuan peningkatan konsumsi ikan.

“Hari ini mendapatkan bantuan dari Forikan Jawa Timur 240 paket ikan olahan dibagikan kepada Bunda Balita,” tambahnya, mengaungkan gemar makin kepada masyarakat mengakibatkan pencapaian angka balita stunting menurun, imbuhnya.

Lebih lanjut sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Istri Bupati Tulungagung menjelaskan adanya sinergitas instansi terkait hal ini leading sektor Dinas Perikanan dalam memberikan bantuan dan sosialisasi kepada balita stunting dinilai efektif.

“Iya benar, Tulungagung sebagai pilot project itu Kecamatan Tanggunggunung dinilai angka stunting tinggi dan penghasil pertanian jagung. Kita berikan bantuan 253 paket olahan ikan patin dan tuna masing-masing 4 kilogram dari Dinas Perikanan,” terangnya.

“Alhamdulilah, dengan bantuan ikan tersebut sekaligus memberikan sosialisasi bersama Dinas Perikanan dan Kesehatan, pada bulan timbang berikutnya angka balita stunting sudah menurun dan membaik,” sambungnya.

Pada tahun 2020 trimester kedua, lebih dalam Siyuk Rihayati memaparkan Dinas Perikanan memberikan bantuan ikan segar berupa ikan patin dan tuna di 10 Kecamatan lain, mengingat Tanggunggunung dinilai sudah membaik.

“Begini, dinilai sudah baik bantuan kita alihkan kepada wilayah lain, mengingat Tulungagung ada 19 Kecamatan. Tahun 2020 secara bertahap bisa memberikan bantuan di 10 Kecamatan tersebut setiap balita stunting mendapat 3 kg sebagai bentuk pemerataan,” paparnya.

Tambahan Dinas Perikanan memberikan bantuan olahan ikan siap saji di 10 Kecamatan tersebut ternyata efektif buktinya balita stunting menurun, sambungnya.

Angka stunting Kabupaten Tulungagung itu 5,51% saat ini ditahun 2020 itu 8,51% yang pasti angka stunting kita dibawah Provinsi itu 10 koma dengan adanya kerjasama baik ini dapat menurunkan angka stunting.

Dengan demikian, kata Dia menjadi 80,51% dan akhir timbangan 2021 tinggal 5,51% dengan program Gemar makan ikan dinilai berhasil, karena Ibu Arumi memberikan sdh 2 kali yang pertama diakhir 2020 memberikan pada 7 kecamatan dan kita sendiri untuk berikan bantuan kepada 10 Kecamatan, sehingga hampir semua kecamatan di Tulungagung dapat tertangani.

Pendataan anak stunting ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kepanjangan tangan ada di Puskesmas di wilayah kecamatan. “Setiap bulan dari hasil penimbangan tersebut mereka laporan ke Dinkes, dilanjutkan memberikan laporan ke Tim Penggerak PKK,” Siyuk menambahkan.

“Pada intinya, dengan prosedur tersebut memudahkan mencari anak stunting sehingga dalam menyalurkan bantuan tepat pada sasaran. Adanya pandemi ini belum bisa memenuhi target namun seiring pandemi berakhir nanti, Insya Allah akan bisa memenuhi target tersebut,” pungkasnya.

(Endi $ )


Loading...

Pos terkait

Loading...