Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri di Blora, Begini Pesannya

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Ganip Warsito dan Kabaharkam Polri
Komjen Arief Sulistyanto beserta
rombongan tiba di di Kabupaten Blora Jawa Tengah, Sabtu, (05/06).

Dalam kunjungan tersebut hadir Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Sekda Prov, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi serta Para Pejabat Utama Polda Jateng Dan Kodam IV/Diponegoro.

Bacaan Lainnya

Rombongan menggunakan 3 helikopter mendarat di lapangan Batalyon Infantri 410/Alugoro Blora. Dengan pengawalan ketat petugas gabungan, rombongan menuju ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan yang berkenan hadir di kabupaten Blora.

Selanjutnya, Bupati memaparkan kasus Covid-19 di kabupaten Blora hingga saat ini mencapai 7.068 kasus positif dan pasien sembuh mencapai 6.486. Presentase kesembuhan mencapai 91,8%.

“Untuk vaksinasi di wilayah Kabupaten Blora hingga kini telah mencapai 141.016 warga. Dengan rincian 3.667 tenaga kesehatan, 53.743 tenaga pelayanan publik dan 83.607 warga lanjut usia,” terang Bupati.

Sementara itu, kepala BNPB Letjen
Ganip Warsito mengapresiasi atas kinerja Forkopimda Blora yang telah kompak dalam penanganan Covid-19.

“Usia 45 tahun yang membutuhkan perhatian, banyak kasus yang ada karena penyakit penyerta. Kami harap fasilitas kesehatan dibenahi pelayanannya, disiplin tenaga kesehatan juga perlu ditekankan sehingga tidak banyak yang ikut terjangkit,” ucap Ganip Warsito.

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, menyikapi lonjakan kasus di kabupaten Kudus, hal tersebut harus diwaspadai.

“Karena wilayah Rembang, Pati, dan Blora adalah dekat dengan Kabupaten Kudus. Untuk itu harus betul-betul diperhatikan, jangan sampai kejadian serupa terjadi di Blora,” ungkap Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan bahwa tingkat kejenuhan masyarakat terkait protokol kesehatan sudah mulai menurun.

“Namun demikian seperti yang kita ketahui kasus Covid-19 betul-betul masih ada. Sebagai contoh adanya ledakan kasus di negara tetangga seperti Malaysia. Untuk itu harus kita antisipasi,” tambahnya.

Kapolri menekankan agar langkah-langkah kontigensi disiapkan, mulai dari sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan yang dimulai dari PPKM mikro di setiap wilayah.

Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan Bahwa saat ini tugas kita adalah dalam rangka mengendalikan Covid-19. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah mempelajari data-data kasus positif di Blora. Kemudian adalah angka kesembuhan, angka kematian BOR dan ICU setiap hari harus dicek.

“Kembali tegaskan PPKM Mikro dan lalukan penebalan petugas di Posko PPKM yang tentunya di imbangi dengan sarana dan prasarana kesehatan. Antisipasi kegiatan budaya ataupun kearifan lokal di wilayah seperti acara adat pasca panen atau sedekah bumi. Jangan sampi terjadi kerumunan yang dikhawatirkan menimbulkan penularan Covid-19,” beber Panglima TNI.

Marsekal Hadi menegaskan, pengawasan terhadap protokol kesehatan dalam kegiatan masyarakat harus terus dilakukan. Protokol kesehatan bukan karena keterpaksaan, namun karena kebutuhan untuk menjaga kesehatan.

“Jika semua itu bisa kita lakukan maka Covid-19 bisa kendalikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan kepada Bupati Blora. Selanjutnya, kegiatan ini diakhiri dengan apel bersama di Alun-alun Kabupaten Blora. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...