Ratusan Rumah KPR Bank Jateng di Blora Disita Bareskrim Polri

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Direktorat tindak pidana korupsi dari Bareskrim Polri menyita ratusan tanah dan bangunan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Jateng di Blora. Penyitaan ini dengan pengawalan ketat aparat Polres Blora.

Penyitaan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB yang dimulai di di Perumahan Bangeran, Desa Kamolan, Blora. Dilanjutkan ke Perumahan Pakis, Perumahan Beran, dan Perumahan Blingi Bahagia di Kecamatan Tunjungan.

Bacaan Lainnya

Para penyidik langsung melakukan penempelan stiker penyitaan bangunan dan rumah yang ditempel di pintu masing-masing rumah nasabah.

Ratusan rumah yang disita tersebut lantaran terkait perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pada BPD Jateng Cabang Blora tahun 2018-2019. Selain itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/0096/11/2021/Bareskrim, tanggal 11 Februari 2021. Surat Perintah Penyitaan Nomor : Sprin. Sita/6/11/2021/Tipidkor, tanggal 16 Februari 2021, serta Surat Penetapan Pengadilan Negeri Blora Nomor : 153/Pen.Pld/2021/PN Bla tanggal 7 Juni 2021.

FA, salah satu nasabah yang rumahnya ikut disita mengaku bingung dengan adanya penyitaan rumahnnya tersebut. Sebab dia sudah membayar dan menyicil sesuai prosedur.

“Kami bingung. Niat kami miliki rumah. Pengajuan juga sesuai prosedur yang ada. Ini tadi disita oleh Bareskrim Polri langsung. Kami bingung harus bagaimana,” ujarnya yang sudah menempati sejak 2019, Rabu (09/06).

Meski sudah disita, namun pihaknya tetap akan menempati rumah tersebut sampai ada putusan pengadilan.

“Tidak tau saya, masih bingung. Ini tetap disini. Masih boleh ditinggali,” tambahnya.

Dia berharap, semua bisa berjalan dengan baik sesuai prosedur dan para nasabah bisa mendapatkan haknya.

“Doakan yang terbaik. Pembayaran lancar, kadang juga telat,” ucapnya.

Terpisah, Pariyadi selaku Kepala Lingkungan Perumahan Blingi Bahagia Tunjungan mengaku, ada puluhan rumah yang di sita di lokasi tersebut. Yaitu para kreditur yang tidak lancar.

“Kalau tidak salah ada sekitar 30-an rumah yang ditempeli stiker, Kalau total bangunan di sini yang sudah berdiri sekitar 100an. Masih boleh ditempati, tapi tidak boleh merubah bangunan. Status tanah sudah ada yang ganti nama pemilik, ada juga yang take over. Selama pembayaran lancar, tidak ada penyitaan. Bagi yang kreditnya macet ya disita. Alhamdulillah, milik saya gak ada masalah,” jelasnya.

Pariyadi berharap agar persoalan segera selesai dan tidak merugikan nasabah.

“Pemasangan stiker izin dulu sama yang punya rumah. Tidak semua dipasangi (stiker). Harapan kami cepat selesai dan tidak merugikan nasabah, soalnya kan sudah ada pembayaran (angsuran) sampai sekian,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu tim penyidik ketika dimintai keterangan enggan berkomentar apapun.

“Belum bisa mas, langsung ke Mabes,” ungkap salah satu petugas di lapangan.

Diketahui, saat ini Penyidik Mabes Polri telah menetapkan Rudatin Pamungkas aliyas Amung, Mantan Pimpinan Bank Jateng Blora sebagai tersangka perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Penyaluran Kredit Revolving Credit (R/C), Kredit Proyek dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di PT. Bank Pembangunan Daerah Jateng Cabang Blora TA 2018 hingga 2019.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, Polres juga telah menetapkan Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, Taufik Zuliatmiko. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana perbankan. Taufik Zuliatmiko disangka Pasal 49 Ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 49 Ayat (1) huruf c dan/atau dan Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...