Proyek PLTMH Di Madina Tidak Berfungsi, Warga Layangkan Surat Ke Gubernur

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dibangun untuk pemukiman warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal tidak berfungsi dan belum bermanfaat untuk warga.

Hal ini dikatakan warga Desa Ranto Panjang dengan mengirimkan surat keberatan mereka kepada Gubsu Edy Rahmayadi, bahwa pembangunan PLTMH dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Propinsi Sumatera Utara dengan anggaran sebesar Rp 3.967.009.523.86,- yang kerjakan oleh PT. Dirga Sarana Indah dengan consultannya CV. Dexta Tama tidak berfungsi dengan baik.

Sekretaris Desa Ranto Panjang Marilot Pulungan mengaku bahwa setelah proyek selesai dikerjakan, PLTMH tersebut memang berfungsi namun hanya sekitar seminggu dapat dimanfaatkan warga, setelah itu sampai sekarang ini belum juga berfungsi.

Surat keberatan warga tersebut ditembuskan kepada DPRD Provinsi Sumut, Kapolda Sumut, Kejati Sumut, BPKB Sumut, Dinas ESDM Sumut, Bupati Madina, Camat MBG dan Kepala Desa Ranto Panjang ini berisi beberapa poin, intinya mereka meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberi perhatian khusus atas masalah tersebut. Kemudian meminta penegak hukum memeriksa proses pembangunan yang syarat dengan pelanggaran karena hasilnya tidak dirasakan manfaatnya.

“Suratnya sudah kami kirimkan, kami harap surat kami ditindaklanjuti supaya PLTMH tersebut bisa berfungsi kembali dan dapat bermanfaat bagi masyarakat di sini,” kata Marilot.

Sementara Kepala UPT ESDM Madina, Majarin Harahap mengakui PLTMH tersebut saat ini tidak berfungsi. Tapi secara teknis, Majarin menyebut bukan kapasitasnya menjelaskan soal PLTMH tersebut.


Loading...

Pos terkait

Loading...