Pemakaman Jenazah COVID-19 Telah Sesuai Protokol Kesehatan,Warga Tak Perlu Risau

  • Whatsapp


ANALISAPUBLIK.COM LAMONGAN –
Banyaknya warga yang terpapar COVID-19 berdampak pada kenaikan jumlah kematian. pemakaman  jenazah COVID-19 telah sesuai protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan.

Sdri. YANTI (Almarhum)  Kelahiran Lamongan  dengan alamat  Desa Duriwetan Kecwamatan Maduran Kabupaten Lamongan sehari – hari dirumah sebagai ibu rumah tangga.

Al-marhum Meninggal di RS. ARSY Paciran Lamongan tanggal 25 Juni 2021 dengan keluhan sesak nafas, Batuk, lemas, demam dan nafsu makan menurun pada Hari Minggu tanggal  27 Juni 2021  jam 12.40 WIB dinyatakan  meninggal dunia oleh medis RS. ARSY Paciran Lamongan

Pemulasaran Jenazah dilkaukan oleh  Tim RS. ARSY Paciran Lamongan sesuai dengan Prokes Covid 19  dan proses pemakaman dibantu oleh masyrakat  Desa Duriwetan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.

Pemakaman sesuai Protokol Covid -19 dengan Jenazah berada didalam peti.Sebelum dimakamkan dilaksanakan Sholat Jenazah didepan rumah Al-marhumah Desa Duriwetan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan dengan posisi jenazah berada di dalam Mobil.

Hadir dalam giat tersebut
1. Aipda Slamet Hariyadi ( Kasium  )
2. Bripka Heri P ( Kanit IK)
3  Bripka Ahmad Fanani ( Kanit Binmas)
4. Serda Nurfai  ( Babinsa)
5. Bpk. Suud ( Sat Pol PP Maduran )
6. Nur Faizah, Amd. Keb (Puskesmas Maduran)
7. Kades dan Perangkat Desa Duriwetan
8. Masyarakat setempat

Salah satu petugas pemakaman di TPU di Desa Duriwetan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan, menceritakan protokol kesehatan dalam pemulasaran dan penguburan jenazah diterapkan sangat ketat. Petugas menolak pemakaman bila ada jenazah yang pemulasarannya kurang baik.

Lebih lanjut, ia menuturkan, tantangan dalam memakamkan jenazah COVID-19 sekarang ini adalah licinnya kondisi pemakaman. Musim penghujan membuat tanah sangat licin, sementara jenazah harus dimakamkan dengan baik. “Tanah basah jadi agak sulit, harus tetap waspada meskipun licin. Kami berusaha seoptimal mungkin,” imbuhnya.

Perlu diketahui, pemakaman jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19. Petugas pemakaman mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan penjelasan dan edukasi kepada warga mengenai jenazah yang harus dimakamkan dengan protokol COVID-19.

“Warga sekitar diberi penjelasan atau edukasi untuk tidak menolak jenazah COVID-19 karena sudah melalui protokol yang ketat. Edukasi yang diberikan berupa penjelasan bahwa untuk kasus kematian probable dan kasus konfirmasi COVID-19 penanganan pemulasaran, sudah dilakukan sesuai prosedur khusus untuk jenazah infeksius,” katanya, pada Minggu, (27/06/2021).

Selain itu untuk mencegah penularan, petugas pemakaman di TPU Desa Duriwetan Mereka juga diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan negatif COVID-19 dengan metode swab atau PCR. “Pengurusan jenazah pasien COVID-19 telah melalui prosedur dengan langkah-langkah untuk mencegah agar tidak terjadi transmisi penularan dari jenazah ke petugas, masyarakat, dan lingkungan sekitar Dilakukan penyemprotan Disinfektan dirumah alamarhumah  dan Jenazah diturunkan dari ambulan menuju makam oleh petugas Puskesmas Maduran,” tambahnya.

sebagai tindak lanjut pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 dari Kementerian Kesehatan. Pelaksanaan pemulasaran jenazah kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Nomor 55/SE/2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 di DKI Jakarta dan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Nomor 74/SE/2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19 di Luar Fasilitas Kesehatan.

“Surat Edaran disusun berdasarkan pedoman penanganan COVID-19 dari Kementerian Kesehatan dan input dari tim ahli pemulasaran jenazah infeksius,” pungkasnya (Red/Nur).


Loading...

Pos terkait

Loading...