Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pemakaman jenazah Yang terpapar Covid-19

  • Whatsapp


ANALISAPUBLIK.COM LAMONGAN
Semakin Banyak dan meningkat jumlah warga yang terpapar COVID-19 berdampak pada kenaikan jumlah kematian. pemakaman  jenazah COVID-19 telah sesuai protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan.

Al marhum inisial R Kelahiran  dengan alamat  Desa Karangrejo Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan sehari – harinya  dirumah sebagai Kuli.

Rapid : Igm dan Igg reaktif.
DX : DM dan PPOK
Keluhan : pusing, Batuk ,sesak nafas
Swab PCR : positif
CT THORAX : Pneumonia Bilateral (Menyerupai atau mengarah ke covid19)

Sebelumnya R pada hari selasa tanggal 29 Juni 2021 mengalami sakit dengan keluhan pusing sesak nafas,batuk dan lemas kemudian almarhum di periksa dan di rawat oleh bidan desa karangrejo dan dilakukan sweb pcr dengan hasil positif dan pada hari Rabu tanggal 30 juni 2021 pukul 17.19 wib dinyatakan meninggal dunia oleh bidan desa

Pemakaman berjalan lancar yang dilakukan oleh Tiem dari RSML Lamongan dan Satgas Covid 19 dengan di bantu oleh keluarga almarhumah dan warga masyarakat setempat.

Pemulasaran Jenazah oleh Tim RSML Lamongan dan Satgas Covid19 Kabupaten Lamongan.

Perawatan jenazah di bawah ke RSML Lamongan dan Sholat Jenazah di laksanakan di lokasi TPU Desa Karangrejo dengan ketentuan jenazah sudah di makamkan.

Hadir dalam pemakaman Jenazah
1. Aiptu Budianto (Kaspkt)
2. Bripka Agus Sudarwanto
3. Bripka Nur said
4. Bripka Sumantri, SH (Satgas 1 Deteksi Covid – 19 Satintelkam Polres Lamongan.
5. Serma Rokim (Anggota Koramil Karanggeneng)
6. Kades dan Perangkat Desa Karangrejo
7. Masyakat Ds. Karangrejo

Salah satu petugas pemakaman di TPU di Desa Karangrejo Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, menceritakan protokol kesehatan dalam pemulasaran dan penguburan jenazah diterapkan sangat ketat. Petugas menolak pemakaman bila ada jenazah yang pemulasarannya kurang baik.

Perlu diketahui, pemakaman jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19. Petugas pemakaman mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan penjelasan dan edukasi kepada warga mengenai jenazah yang harus dimakamkan dengan protokol COVID-19.

“Warga sekitar diberi penjelasan atau edukasi untuk tidak menolak jenazah COVID-19 karena sudah melalui protokol yang ketat. Edukasi yang diberikan berupa penjelasan bahwa untuk kasus kematian probable dan kasus konfirmasi COVID-19 penanganan pemulasaran, sudah dilakukan sesuai prosedur khusus untuk jenazah infeksius,” katanya, pada Kamis, (1/07/2021).

“Sesuai dengan Surat Edaran disusun berdasarkan pedoman penanganan COVID-19 dari Kementerian Kesehatan dan input dari tim ahli pemulasaran jenazah infeksius,” pungkasnya (Red/Nur).


Loading...

Pos terkait

Loading...