Pemkab Blora Fasilitasi Swab Antigen Gratis Bagi Calon Pengantin dan Santri

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Berkenaan dengan meningkatnya permintaan izin pernikahan di tengah pelaksanaan PPKM Darurat Jawa Bali, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan akan memfasilitasi pemberian uji swab antigen secara gratis kepada para calon pengantin dan pelajar atau santri yang akan kembali ke sekolah maupun pondok pesantren.

“Saat ini mulai memasuki bulan besar atau dzulhijjah yang mana banyak masyarakat yang akan melaksanakan pernikahan. Sedangkan kebijakan PPKM Darurat masih diberlakukan sehingga kami hanya mengizinkan akad nikah saja dengan salah satu syarat calon pengantinnya harus swab antigen untuk dinyatakan bebas Covid-19 terlebih dahulu,” ungkap Bupati Blora, Arief Rohman, Selasa (13/07).

Bacaan Lainnya

Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora yang membawahi KUA, menginisiasi pemberian swab antigen gratis.

“Jadi swab antigen gratis ini kita tujukan kepada 5 orang, yakni dua calon pengantin, satu wali nikah, dan dua orang saksi. Sehingga dalam pelaksanaan akad nikahnya akan aman dan sehat. Untuk resepsi atau hajatannya agar ditunda dahulu menunggu kondisi pandemi membaik,” tambah Bupati.

Sedangkan untuk pelajar atau santri yang akan kembali ke sekolah maupun pondok pesantren, bisa memperoleh swab antigen gratis dengan menunjukkan kartu pelajar atau surat dari sekolah atau pondoknya.

“Untuk pelaksanaan swab antigen gratis bagi calon pengantin dan pelajar ini kita buka di seluruh Puskesmas se Kabupaten Blora pada saat jam kerja. Rapid antigen berlaku 1×24 jam. Bagi calon pengantin swabnya bisa dilakukan satu hari sebelum akad nikah, kecuali jika akad nikahnya hari Senin maka swabnya bisa dilayani pagi harinya di hari yang sama. Dengan syarat membawa fotocopy KTP,” pungkas Bupati.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Blora, H. Suhadi, menyambut baik adanya pelayanan swab antigen gratis ini.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati dan segenap jajarannya. Kita ingin tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan kesehatan yang terjamin. Kami dari KUA juga tetap mengutamakan protokol kesehatan. Wajib memakai masker, dan sarung tangan,” ujar Suhadi. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...