Sesuai Protab,RUTILAHU di Desa Kawistolegi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM LAMONGAN – Pelaksanaan pembangunan program rumah tidak layak huni yang saat ini berlangsung di Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Peninjauan yang ia lakukan kali ini, ditujukan untuk memastikan jika berlangsungnya program rutilahu itu, berjalan sesuai dengan prosedur tetap yang sebelumnya sudah di bahas. “Pembangunan itu akan terus kita pantau,” jelas Pranoto. Selasa, 13 Juli 2021 siang.

Bahkan, adanya program rutilahu yang saat ini dikebut oleh pihak Kodim itu mendapat respon positif dari semua pihak, salah satunya masyarakat setempat.

Nur aini (37) mengaku jika dirinya sangat bersyukur setelah rumahnya dijadikan sasaran pengerjaan rutilahu. Pasalnya, kondisi rumah yang sebelumnya bisa dikatakan sangat jauh dari kata layak, seakan menjadi keluh kesah tersendiri bagi dirinya.
“Rumah saya ini sebelumnya cuma bertembok bambu pak. Kalau hujan, ya saya sendiri merasa was-was,” ungkapnya

“Multiplier effect-nya diharapkan hunian sehat dapat meningkatkan derajat kesehatan penghuninya, meningkatkan produktivitasnya, pendapatannya, ekonominya, dan kesejahteraannya,” kata Tunggoro.

Keluarga calon penerima manfaat program rutilahu merupakan hasil usulan desa/kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi oleh pemerintah kabupaten/kota, serta terdaftar dalam Si Rampak Sekar (Sistem Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi antara Pemda Provinsi dengan Pemda Kabupaten Lamongan dan Pemerintah Pusat).

“Syarat CPCL (Calon Penerima, Calon Lokasi) antara lain lahan milik sendiri, kategori MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), luas ruang yang mencukupi,” tutur Tunggoro

Semua keluarga penerima manfaat program rutilahu akan menerima bantuan dalam bentuk fisik (material bahan bangunan).

Tunggoro menyatakan, program rutilahu juga menjadi stimulus untuk memulihkan perekonomian. Sebab, perbaikan satu unit rutilahu akan menyerap tiga sampai empat pekerja.

“Dalam masa pandemi ini, perbaikan rutilahu harus dapat menjadi stimulus pemulihan ekonomi lokal dengan cara menggunakan tenaga kerja setempat. Termasuk bahan baku yang digunakan,” ucapny(Red/Nur).


Loading...

Pos terkait

Loading...