PT. Novelia Abi Manyu Tawarkan Kerjasama Atasi Permasalahan Petani di Blora

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – PT. Novelia Abi Manyu yang beralamat di Jl. Raya Blora – Ngawen km. 07 Desa Sendangmulyo RT. 02 RW. 04 Kecamatan Ngawen menawarkan kerjasama untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi para petani di wilayah Kabupaten Blora.

Sugiyanto selaku Direktur PT Novelia Abi Manyu mengatakan perusahaannya sudah bekerjasama dengan pemerintahan di sektor pertanian. Maka dari itu, pihaknya akan menjalin kemitraan dengan para petani baik yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun perorangan.

Bacaan Lainnya

“Kebetulan ini acara sosialisasi kepada gapoktan Ngalap Berkah Desa Jepangrejo Kecamatan Blora beserta rekan-rekan dari Dinas Pertanian Blora untuk bekerjasama dengan PT Novelia Abi Manyu terkait program pemerintah KUR Tani,” ucapnya, Rabu (14/07).

Dirinya menjelaskan mulai Saprodi sampai ke teknis pertaniannya itu di cover secara kredit usaha rakyat (KUR) di tingkat Kementerian. Untuk memudahkan pelayanan, perusahaannya ini menyediakan berbagai kebutuhan para petani, diantaranya mulai bibit tanaman, pupuk organik dan non organik hingga panen.

“Program ini sengaja dikasih tahu oleh rekan saya di Jakarta bahwa ada program pemerintahan khususnya di Kementerian pertanian, maka saya bentuklah PT karena untuk CV belum mampu mengelola uang ratusan miliar. Jenis Pupuk Indonesia, jadi produk apa yang ada di Indonesia yang diakui negara itulah yang dikemas dengan kerjasama PT Novelia Abi Manyu, kebetulan dari PT juga sebagai distributor pupuk di Jateng ,” tambah Sugiyanto.

Bahkan, bagi gapoktan ataupun perorangan yang sudah bekerjasama dengannya, dirinya berani membeli hasil panen di atas harga rata-rata pasaran.

“Seperti kemarin, harga gabah anjlok. Jika di pasaran sekitar 3,5 ribu, kami siap membeli 4 ribu, tetapi harus ada klausul perjanjian,” imbuhnya.

Untuk penjualan produknya, para petani bebas membeli tanpa menunjukkan kartu tani.

“Karena pupuk yang dikeluarkan ini pupuk non subsidi, jadi tidak mebatasi batas permintaan. Sama sekali tidak menggunakan kartu tani. Kecuali (pupuk) subsidi, kita tidak berani memakai karena itu bukan wilayah pt ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Dwi Mulyono selaku pendamping teknis lapangan dari Dinas Pertanian Blora mengapresiasi kerjasama yang ditawarkan PT Novelia Abi Manyu.

“Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk dari PT Novelia Abi Manyu itu kami sangat mendukung yang dipelopori langsung dari Direkturnya, pak Sugiyanto. Kami selaku pendamping tehnis yang selalu setia mendampingi kelompok tani juga berharap pada saat panen nanti itu dari PT bisa mengantisipasi dengan anjloknya harga panen baik itu padi maupun jagung,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, persoalan kelangkaan pupuk di kalangan petani dapat teratasi melalui kerjasama ini.

“Mudah-mudahan dari kemitraan ini kedepan untuk kelangkaan pupuk itu sudah kita atasi, kita carikan solusi sejak awal yaitu melalui pupuk non subsidi. Jadi mungkin dengan pertemuan ini kami selaku pendamping tehnis di tingkat kelompok yang ada di wilayah pedesaan itu sangat mengharapkan kerjasamanya antara kelompok tani atau gapoktan serta PT bisa menjalin kerja sama yang baik. Karena petani pada prinsipnya yang penting itu panen harga tidak jatuh. Sehingga dari sisi analisa usahanya petani itu bisa mendapatkan keuntungan sesuai dengan apa yang diharapkan,” tandasnya.

Perlu diketahui, Kementerian Pertanian pada tahun 2021 mengeluarkan program KUR sektor pertanian dengan alokasi sebesar Rp 70 triliun yang mengandeng pihak perbankan, Himbara.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...