Warga Blora Keluhkan Limbah Pabrik Penggilingan Padi di Kamolan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Blora mengeluhkan adanya limbah dari pabrik penggilingan padi dan jagung PT. AKS yang berada di Desa Kamolan Kecamatan kota. Padahal, lokasi pabrik dekat dengan pemukiman warga dan sekolah. Jum’at, (23/07).

Bacaan Lainnya

Seperti yang dialami warga Gedongsari Kecamatan Banjarejo mengaku merasakan mata perih akibat kemasukan partikel-partikel kecil yang diduga merupakan limbah dari perusahaan tersebut.

“Kelihatan tidak pak? Ini kelilipan saya. Setiap lewat situ (sekitar pabrik) pasti seperti ini,” kata Rani.

Hal senada juga diungkapkan oleh YTM (65) warga desa setempat yang rumahnya dekat dengan pabrik mengeluhkan adanya slawer (kulit ari jagung) dan debu seperti pasir hitam.

“Betul itu pak. Tidak hanya slawer, ada juga yang warnanya hitam seperti pasir. Setiap hari saya menyapu, kira-kira tebalnya 2 centimeter. Kalau kena kulit jadi gatal,” terangnya saat ditemui di rumah.

Bahkan dirinya mengaku mengalami sesak napas. Dia mengetahui adanya limbah tersebut sejak tahun 2010, namun tak separah saat ini. Dia berharap agar pabrik tersebut ditutup atau dipindah.

“Tahu (limbah) ini sekitar 2010-an, tapi tidak tidak separah saat ini. Kalau sekarang kan lebih parah. Belum lagi bau dari kandang ayam (belakang rumah). Kalau bisa ya ditutup atau dipindah yang jauh,” tambahnya.

Sementara itu, Majianto selaku Kepala Desa Kamolan mengatakan pabrik itu berdiri sudah lama. Dirinya juga mengetahui akan hal itu (limbah) dan bersedia untuk memfasilitasi mediasi dengan PT. AKS jika ada pengaduan dari warga. Bahkan dirinya juga menjelaskan di tahun 2019 juga pernah ada demo warga di pabrik tersebut.

“Sebelum saya lahir sudah ada pabrik itu, sekitar tahun 70 an. Belum ada warga yang mengadu. Dulu (2019) pernah ada demo, akhirnya warga diterima menjadi pegawai di PT itu,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di sekitar pabrik, banyak partikel-partikel warna hitam yang menumpuk tebal di selokan. Sedangkan dedaunan pohon dekat pabrik, tampak warnanya putih.

Ketika mencoba klarifikasi terkait adanya keluhan masyarakat tentang limbah ke PT. AKS, awak media hanya bertemu dengan salah satu satpam yang berjaga di pintu gerbang perusahaan.

“Coba tunjukkan surat tugas dan keterangan vaksin, nanti saya bawa ke pimpinan. Kalau tidak ada itu, tidak boleh masuk,” ujarnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...