Kunjungi Korban Kebakaran, Wakil Ketua DPRD Blora Minta BPBD Segera Cairkan Program Bantuan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mengurus program bantuan kepada korban rumah kebakaran.

Hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan saat dirinya bersama Kepala BPBD Blora, Hadi Praseno didampingi TKSK Kecamatan Ngawen, Noorman Pramono memberikan santunan kepada korban rumah kebakaran di Desa Bradak RT 01/RW 02, Kecamatan Ngawen, Senin (26/07).

Bacaan Lainnya

“Pak Hadi bantuan bagi korban mohon segera diurus. Pak Bupati Blora juga peduli. Jadi maksimal dua pekan, tolong dicairkan program bantuan Rp5 juta untuk rumah kebakaran,” ungkapnya kepada Kepala BPBD Blora.

Selain memberikan semangat kepada korban, Siswanto beserta rombongan juga memberikan bantuan sembako, selimut dan bantuan darurat lainnya. Dirinya juga menginisiasi penggalangan donasi dengan menggandeng Ikatan Alumni STM/SMKN 1 Blora (IASNISBA) untuk disalurkan kepada korban rumah kebakaran.

“Tadi (bantuan) sembako mas, untuk (korban rumah kebakaran) juga di Randublatung. IASNISBA bersama saya Galang donasi. Nanti tanggal 1 Agustus, saya serahkan lagi mas,” ungkapnya.

Di saat yang sama, Siswanto juga mengapresiasi warga Bradag yang masih memiliki semangat gotong-royong membantu warga yang tertimpa musibah.

“Hal ini perlu perhatian bersama, Alhamdulillah masyarakat sekitar bahu membahu gotong royong membantu warga yang tertimpa musibah. Diharapkan dari pemerintah juga turut mengulurkan bantuan seperti dari Dinas Sosial atau lainnya,” tambahnya.

Mengenai pengadaan mobil pemadam kebarakan (damkar), pihaknya mengusulkan kepada Pemkab Blora agar mempunyai pangkalan di setiap eks kawedanan dan akan membahasnya pada awal Agustus.

“Saya usul agar Pemkab punya pangkalan Damkar di Eks Kawedanan Ngawen dan Randublatung supaya dekat saat dibutuhkan. Akan kami bahas saat rapat anggaran pada awal Agustus mas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Siswanto berpesan kepada warga agar lebih berhati-hati di musim kemarau ini. Tak lupa, dirinya juga mengingatkan warga akan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19.

“Ini musim kemarau, semua warga harus waspada dan hati-hati. Periksa dan teliti kembali keadaan rumah sebelum ditinggal pergi. Bagi sedulur-sedulur peternak sapi, hati-hati kalau membuat bediang (perapian). Jangan lupa juga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Diketahui, musibah rumah kebakaran di Kabupaten Blora terjadi dua hari secara berturut-turut dan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Berikut data korban yang telah dirangkum, diantaranya Supratno (45) warga Desa Bradag, RT 01/RW 02 Kecamatan Ngawen, kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta. Selanjutnya data korban rumah kebakaran di Kelurahan Wulung RT 01/RW 02, Randublatung; Agus Suprihatin (36) dengan kerugian materi sekitar RP 200 juta. Lasidin (67) dengan kerugian sekitar Rp 100 juta. Belakangan diketahui Lasidin merupakan tukang becak dan becaknya ikut terbakar. Kemudian, Sri Lestari (42) dengan kerugian Rp 200 juta. Mujito (58) rumahnya terbakar sebagian dengan kerugian sekitar Rp 10 juta. Terakhir Sunarti (55), sebagian rumahnya juga ikut terbakar dengan kerugian mencapai Rp 30 juta. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...