Dinas Pendidikan Blora Larang Pengadaan Pakaian Seragam Siswa oleh Sekolah

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Sebagai acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau kenaikan kelas, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait seragam di lingkungannya. Kamis (29/07).

Kepala Dindik Blora, Hendi Purnomo menegaskan, sekolah tidak boleh ikut campur dalam pengadaan seragam dan menyerahkan kepada wali murid. Menurutnya, seragam bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan di kalangan peserta didik agar tidak ada kesenjangan sosial.

Bacaan Lainnya

“Saya tetep melangkah. Hasil ini kita akan laporkan bapak bupati sesuai data yang ada. Supaya tahu,” ucapnya.

Berdasarkan SE Dindik Blora nomor : 421/2924/2021 tertanggal 23 Juli 2021 yang ditujukan kepada Korwil Bidik kecamatan Se-Kabupaten Blora, Kepala SMPN/Swasta Se-Kabupaten Blora dan Kepala SKB Blora. SE Dindik itu mengacu pada Permendikbud No 45 Tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar.

Dalam SE tersebut dimuat beberapa larangan bagi sekolah tentang pengadaan seragam sekolah satuan pendidikan di lingkungan Dindik Blora, diantaranya;
a. Pengadaan pakaian seragam sekolah tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau kenaikan kelas.
b. Pengadaan pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali peserta didik.
c. Sekolah yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Sekolah memang tidak boleh berjualan seragam. Tapi kalau toko sekolah atau koperasinya menyediakan boleh dan tanpa paksaan kepada orang tua. Untuk hal teknisnya, silahkan konfirmasi kepada pihak sekolah,” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...