DLH Blora Tindak Lanjuti Keluhan Warga Adanya Limbah Pabrik Penggilingan Padi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora akhirnya menindaklanjuti keluhan warga terkait limbah dari pabrik penggilingan padi dan jagung milik PT AKS yang berada di Desa Kamolan Kecamatan Kota. DLH Blora bersama Pemerintah Desa Kamolan mendatangi lokasi pabrik dan ditemui oleh Silverius Bere selaku Human Resources Development (HRD) PT AKS. Kamis, (29/07).

Rombongan dari DLH Blora terdiri dari Sugeng Sumarno selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Sri Jatmiko selaku Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang Penataan Dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, dan Achmad Toha selaku Kepala Seksi Penegakan Hukum Lingkungan Bidang Penataan Dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.

Bacaan Lainnya

Achmad Toha, mengatakan ada beberapa dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan perusahaan tersebut, diantaranya berupa penurunan kualitas udara (debu) dan kebisingan dikarenakan operasional mesin pengeringan padi terletak di dekat jalan Kamolan-Banjarejo.

“Ada beberapa temuan dan kita buatkan berita acara,” ucapnya, (27/07).

Dari hasil pertemuan tersebut mereka menyepakati beberapa hal, antara lain akan dilakukan pengujian udara saat mesin drayer beroperasi.

“Apabila hasil pengujian udara parameter melebihi batas mutu, maka penanggungjawab usaha akan melakukan pencegahan terulangnya pencemaran,” tambahnya.

Sementara itu, Silverius Bere tidak berkomentar banyak terkait hasil pertemuan ini. Dirinya tidak berani memutuskan tindakan yang akan dilakukan perusahaan untuk mencegah pencemaran lingkungan.

“Menunggu keputusan dari pak Agus, selaku pemegang kebijakan dalam perusahaan,” jawabnya singkat.

Sugiyono selaku Plt Kepala DLH Blora membenarkan adanya beberapa temuan tersebut. Bahkan, dirinya juga membeberkan bahwa PT AKS belum melaporkan baku mutu udara kepada DLH.

“Laporan semester awal tahun 2021 belum dilaporkan kepada kami tentang baku mutu udara,” ujarnya, Kamis (29/07).

Sebelumnya diberitakan, sejumlah masyarakat mengeluh adanya limbah dari pabrik penggilingan padi dan jagung di Kamolan. Mayoritas warga mengeluhkan mata kelilipan, sesak napas dan kulit gatal jika melewati pabrik saat beroperasi. Berdasarkan pantauan di sekitar pabrik, banyak partikel-partikel warna hitam yang menumpuk tebal di selokan (sekam) dekat pembuangan limbah. Sedangkan dedaunan pohon di dekatnya, tampak warnanya putih (slawer). (Jay/PB)


Loading...

Pos terkait

Loading...