Cerita Warga Blora yang Jaga Anaknya dari Dampak Limbah PT. AKS

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Pencemaran lingkungan akibat limbah penggilingan padi dan jagung milik PT. Angkasa Karya Sejahtera (AKS), membuat warga di sekitar lokasi melakukan berbagai cara agar tidak terkena dampaknya.

Warga Desa Kamolan Kecamatan Blora kota berinisial T, menceritakan kekhawatirannya akan dampak limbah terhadap anaknya yang saat ini baru berumur sekitar 6 bulan. Kekhawatirannya itu lantaran dia merasakan gatal pada kulit tubuhnya saat terkena debu limbah dari pabrik yang ada di depan rumahnya. Dia berinisiatif dengan menutup lubang di kamarnya dengan plastik agar debu tidak masuk ke dalam kamar.

Bacaan Lainnya

“Di kulit rasanya gatal-gatal. Saya kan khawatir pada anak saya yang kecil, maka saya tutupi plastik itu lubang sela-sela kamar agar tidak berdampak kepada anak saya,” ujarnya, Rabu (11/08).

Ia menambahkan bahwa anaknya pernah mengalami batuk yang menggigil. Selain itu, kulit anaknya juga terdapat bintik-bintik berwarna merah.

“Mungkin ya merasakan gatal juga. Saya hanya memberi bedak gatal,” tambahnya.

Tak hanya itu, bahkan dirinya sering kali protes kepada pihak perusahaan maupun sopir truk yang akan masuk ke dalam pabrik.

“Truknya kan besar-besar, masih jauh sudah klakson-klakson terus karena pintu gerbangnya tidak segera dibuka satpam. Saya temui satpamnya dan pak Bere (HRD PT. AKS) usul agar pos satpam dipindah ke sebelah selatan agar tahu kalau ada kendaraan yang akan masuk, tapi anda lihat sendiri posisinya masih sama di sebelah utara pintu gerbang dan di dalam juga letaknya,” pungkasnya.

Sementara itu, Prasetyo Budi Utomo selaku Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Putra Lawu akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Dirinya mengacu Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai masyarakat menjadi korban atau dirugikan terkait masalah ini,” kata Prasetyo. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...