Pencemaran Limbah PT. AKS, Sekda Blora : Jangan Sampai Ada yang Dirugikan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Pencemaran lingkungan akibat limbah penggilingan padi dan jagung milik PT. Angkasa Karya Sejahtera (AKS), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi mengimbau agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Hal ini disampaikannya usai menggelar audiens dengan Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Putra Lawu selaku pihak pengadu, serta dinas terkait di ruangannya, Senin (09/08) kemarin.

Bacaan Lainnya

Komang meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora agar segera menindaklanjuti dengan duduk bersama antara managemen PT. AKS, masyarakat sekitar, dinas perijinan, Bappeda serta dinas terkait untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan ini.

“Saya tadi melihat ada laporan pencemaran lingkungan, serta ada pula masalah perijinan. Saya sudah minta kepala DLH agar secepatnya ditindaklanjuti, karena bagaimanapun pencemaran lingkungan itu jangan sampai terjadi apalagi merugikan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Pihaknya berharap, permasalahan ini segera menemukan solusi sehingga cepat diselesaikan. Meski demikian, dirinya mengimbau dari permasalahan ini tidak ada yang dirugikan.

“Kalau memang betul bukti-bukti tadi bahwa debu sampai begitu banyaknya di rumah warga, ini kan kasihan masyarakat kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dapat diselesaikan. Yang penting kan jangan sampai masyarakat kita dirugikan gitu lho,” tandasnya.

Sementara itu, Danit Sasmarwan selaku biro hukum dari LPK Putra Lawu mengaku bahwa surat pengaduannya dilayangkan pada tanggal 5 Juli lalu namun baru kali ini dilakukan audiens.

“Pertama kali ditanggapi dari DLH yang meninjau lapangan pada tanggal 27 Juli kemarin, sedangkan audiens baru pertama kali ini,” kata Danit.

Dia pun masih menunggu hasil pemeriksaan limbah dari laboratorium untuk mengetahui kategori kadar bahayanya. Ia juga berharap semua pihak bisa mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Jadi ini proses sudah berjalan supaya nanti semua pihak bisa mengawal. Ini masih menunggu pemeriksaan lab untuk sampel limbah . Tadi ada keterangan bahwa limbah ini akan diprioritaskan untuk bisa diselesaikan. Semua stakeholder itu diikutkan dan semua bisa mendapatkan manfaat dan tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah masyarakat mengeluh adanya limbah dari pabrik penggilingan padi dan jagung di Kamolan Kecamatan Blora kota. Mayoritas warga mengeluhkan mata kelilipan, sesak napas dan kulit gatal jika melewati pabrik saat beroperasi. Berdasarkan pantauan di sekitar pabrik, banyak partikel-partikel warna hitam yang menumpuk tebal di selokan (abu sekam) dekat pembuangan limbah. Sedangkan dedaunan pohon di dekatnya, tampak warnanya putih (slawer). (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...