Oknum Satpol PP Tendang Pemuda, Camat Cepu Ungkap Hal Mengejutkan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Beredarnya video yang memperlihatkan oknum anggota Satpol PP menendang pemuda, Camat Cepu Kabupaten Blora mengungkapkan hal yang mengejutkan.

Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan bahwa, para pemuda pemudi dalam video tersebut masih di bawah umur. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pembinaan kepada mereka.

Bacaan Lainnya

“Informasi dari lapangan masih dibawah umur ada yg 14 tahun ada yang 15 tahun. Karena masih dibawah umur kita hanya melakukan pembinaan saja,” ungkapnya, Kamis (02/09).

Luluk menambahkan, mereka terjaring operasi berkat laporan warga lantaran sering melakukan pesta minuman keras (miras). Tak hanya itu, mereka juga melakukan pemalakan kepada warga. Meski demikian, ia tidak mengetahui asal mereka.

“Kalau ada warga yang lewat itu dimintai uang 2 ribu sampai 5 ribu rupiah. (Mereka) campuran mas, ada dari beberapa daerah, ada yang tanpa identitas. Sekitar ada 13 orang,” tambahnya.

Pihaknya mengaku peristiwa seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Dirinya juga sudah melakukan pendekatan terhadap pemilik kos dan mempertemukan dengan lingkungan sekitarnya terkait pendataan dan tata tertibnya.

“Pernah kita undang dari RT, RW sampai pemilik kost. Saat itu, kita juga temukan miras dan sajam yang diamankan ke Polsek. Kita lakukan pendekatan dengan pemilik kost untuk data penghuni kost dan tata tertibnya, kita laporkan ke lingkungan,” terang Luluk.

Mengenai insiden tendangan oknum Satpol PP, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada Satpol PP Kabupaten.

Sementara itu, Djoko Sulistiyono selaku Kepala Satpol PP Blora mengatakan terkait masalah tersebut sudah diselesaikan dan sudah memberi sanksi kepada anggotanya itu.

“Anggota yang bersangkutan ini sudah 24 Agustus kemarin kita (beri) sanksi, kita alih tugaskan. Intinya tidak ada tuntutan dari korban yang ditendang. Korbannya tidak ada masalah, sudah diselesaikan,” ujarnya.

Sedangkan para anak di bawah umur tersebut, akhirnya dibawa ke Kantor Kecamatan Cepu. Para orangtuanya atau walinya dihubungi untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

“Sanksinya kita lakukan pembinaan. Pak camat juga gitu, (mereka) dengan menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...